Aksi 22 Mei Ricuh Bikin Orang Susah Cari Rezeki

55

Jakarta, JB – Aksi 22 Mei yang berlangsung ricuh tak hanya berdampak pada keamanan dan kerusakan fasilitas umum. Demo yang berlangsung di kawasan Bawaslu dan sekitarnya itu ikut menyulitkan orang buat mencari rezeki.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menjelaskan, efek kerusuhan demo itu berdampak negatif bagi bisnis di pusat perbelanjaan hingga menyulitkan orang bekerja.

“Demo kemarin berlanjut menjadi kerusuhan dan menimbulkan ancaman keamanan di pusat-pusat perbelanjaan. Masyarakat yang ingin belanja, pegawai yang mau masuk kerja aksesnya jadi terbatas,” kata dia saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (23/5/2019)

Tentu saja kondisi itu merugikan berbagai sektor bisnis. Bahkan Bhima memperkirakan kerugian yang diakibatkan mencapai triliunan rupiah.

“Kerugiannya jelas besar sekali dan cukup berdampak ke sektor bisnis ritel, restoran, hotel dan lain-lain. Jika ditotal mungkin kerugian tembus triliunan rupiah,” paparnya.

Bhima pun menyoroti tutupnya pusat perbelanjaan yang terimbas kerusuhan aksi 22 Mei, salah satunya Pasar Tanah Abang. Tak hanya bagi pedagang di Pasar Tanah Abang, pedagang eceran di daerah pun ikut terdampak. Pasalnya banyak yang menggantungkan hidup lewat Pasar Tanah Abang. 

“Pedagang di daerah juga ikut kena imbas dari demo rusuh. Mereka beli bahan kain dan baju untuk Lebaran dari Pasar Tanah Abang. Kalau pasarnya jadi pusat kerusuhan, pasokan logistik pakaian jadi ke daerah akan goyang. Tanah abang ibarat jantungnya stok tekstil dan pakaian jadi Indonesia,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here