Kesehatan, jurnalisbengkulu.com – Orang orang zaman dulu baik itu nenek atau kakek moyang kita, sebagian besar walaupun umur sudah tua, tetapi tenaga dan kesehatan tetap terjaga dengan baik, bahkan ada yang berumur lebih dari 100 tahun.

Tentunya, ini menjadi pertanyaan sebagian orang, mengapa hal demikian bisa terjadi, sedangkan pada zaman ini umur 50 tahun saja sudah banyak fisiknya yang lemah, bahkan, seringkali sudah berpenyakitan.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata zaman nenek moyang dahulu mempunyai tradisi tradisi ampuh dan baik untuk dilakukan yang berpengaruh kepada kesehatan. Salah satunya, adalah faktor makanan, cara makan dan cara memasak makanan.

Berikut 7 Tradisi baik zaman dahulu yang hampir tidak pernah dilakukan orang orang zaman kini.

1. Memasak Menggunakan Peralatan Alami

Zaman Dahulu, orang orang memasak dengan peralatan peralatan alami. yakni peralatan yang terbuat dari tanah. Meski terkesan sudah ketinggalan zaman, ternyata, memasak menggunakan wadah tanah liat dapat menambah kandungan nutrisi dalam makanan.

Para ahli berpendapat, wadah tanah liat untukmengolah makanan yang mengandung asam dapat membuat kadar PH makanan menjadi seimbang.

2. Makan Dengan Cara Duduk di Lantai

Para ahli yang melakukan penelitian menyimpulkan jika duduk menyila di lantai yang dilakukan saat makan dapat memberikan pijatan pada otot perut sekaligus meningkatkan sirkulasi di bagian bawah tubuh. Gerakan duduk menyila juga dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Namun jarang yang mengetahui jika tradisi menyantap makanan sambil duduk di lantai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

3. Sarapan Lebih Pagi

Orang-orang pada zaman dahulu terbiasa menyantap makanan atau sarapan lebh pagi. Bahkan bangsa Roma menyebut tradisi tersebut dengan jentaculum yang berarti sarapan tepat setelah matahari terbit.

Ahli gizi Rujuta Diwekar membenarkan hal itu, ia menilai sarapan lebih pagi baik untuk tubuh. Bahkan, ia merekomendasikan sarapan dilakukan 15 menit setelah terbangun dari tidur. Perilaku itu menurutnya juga dapat membantu tubuh menurukan berat badan.

Sementara orang-orang zaman modern saat ini justru menunda sarapan yang berakibat membuat tubuh merasa sangat lapar saat makan siang.

4. Tidak Bersuara Saat Makan

Bagi manusia yang hidup di zaman ini, ngobrol saat makan dianggap dapat melancarkan hubungan antar satu dengan yang lainnnya. Namun ternyata berbicara saat makan dinilai tabu di masa lampau.

Orang-orang zaman dahulu beranggapan berbicara saat makan dapat menyebabkan seseorang tersedak atau makanan tertelan tanpa dikunyah.

Untuk itu risiko tersedak saat menelan makanan yang belum dikunyah dapat terhindarkan. Bahkan para ahli menilai, makanan yang dikunyah dengan baik dapat membantu proses pencernaan lebih baik.

5. Tidak Menyimpan Makanan untuk Seharian

Tidak seperti sekarang, manusia zaman dahulu tidak memiliki alat untuk menyimpan makanan agar lebih tahan lama seperti kulkas.

Mereka selalu mengolah bahan masakan dalam kondisi segar yang diperoleh langsung dari alam. Akibatnya, perkembangan jenis penyakit dalam tubuh manusia juga sedikit.

Masyarakat modern saat ini bahkan cenderung mengolah masakan dalam porsi besar kemudian menyimpannya untuk kemudian dipanaskan kembali.

6. Makan Malam Lebih Cepat

Dalam tradisi masyarakat Romawi Kuno, makan malam dikenal dengan istilah cena. Cena dilakukan ketika matahari mulai terbenam.

Para ahli gizi merekomendasikan makan malam lebih cepat sebelum pukul 19.00. Alasannya, semakin cepat makan malam disantap maka akan semakin banyak waktu yang dimiliki tubuh untuk mencerna makanan sebelum tidur.

7. Makan dengan Tangan

Tradisi makan menggunakan tangan saat ini lambat laun tergusur dengan keberadaan sendok dan garpu. Namun apakah alat tersebut baik untuk kesehatan?

Dalam tradisi masyarakat kuno, menyantap makanan langsung dengan tangan yang bersih memiliki manfaat yang sangat menyehatkan tubuh.

Demikian 7 tradisi zaman dahulu yang berpengaruh dengan kesehatan. Tak selamanya tradisi yang ada di zaman dahulu buruk dan harus ditinggalkan. Buktinya, sejumlah tradisi yang berlaku di masa lalu setelah melalui sejumlah penelitian faktanya mengandung kebaikan.

Penulis : Ujang Martin AP
Photo : www.hipwee.com
Sumber : health.uzone.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here