Kepahiang, jurnalisbengkulu.com – Bantuan Pengembangan Sapi yang didapat Kelompok Tani Mandiri Mukti Desa Bandung Baru Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang sekitar lima tahun yang lalu terindikasi dijual oleh oknum anggota jelompok, hal ini diungkapkan dengan gamblang oleh Supriana salah satu anggota Kelompok tani tersebut, Selasa (19/5/2020).

Menurut Supriana, sapi bantuan tersebut awalnya ada 5 ekor dan diperuntukkan untuk seluruh anggota yang berjumlah 20 orang. Sapi tersebut dipelihara dan jika berkembang, maka harus digulirkan kepada anggota lainnya, namun kenyataan yang ada hanya beberapa orang saja yang menikmatinya. Walaupun sudah menghasilkan beberapa ekor anak, namun induk sapi tersebut tidak pernah digulirkan kepada anggota yang lain.

“Saat ini hanya ada satu ekor lagi dan dipelihara oleh Supri dan Farida, sapi yang masih ada ini sudah beberapa kali melahirkan, sementara yang lain dijual oleh salah satu peserta kelompok tani kami tanpa koordinasi, apa lagi mau di bagi hasil penjualannya, saya sebagai salah satu anggota sama sekali tidak diajak berunding dan tidak tahu kemana uang penjualan sapi tersebut,” ujar Supriana.

Sementara itu, mantan Ketua Kelompok Tani Mandiri Mukti, Tarja membenarkan ada bantuan pengembangan sapi yang diberikan kepada kelompoknya saat itu, jumlah sapi tersebut ada lima (5) ekor, namun karena Tarja sakit dia sudah banyak tidak mengetahui perkembangannya.

“Saat itu ada bantuan pengembangan sapi sebanyak 5 ekor dari dinas, dan dua ekor mati saat itu, tinggal tiga ekor, namun saat ini setahu saya hanya bersisa satu ekor saja,” ujarnya.

Lanjut Tarja, banyak bantuan lain yang diberikan oleh pemerintah baik daerah maupun provinsi saat itu, namun dirinya  sekarang tidak mengetahui perkembangannya sama sekali, termasuk berapa hasil dari bantuan tersebut, yang seharusnya ada di kas kelompok, namun karena kondisi dirinya saat ini, kelompok tidak lagi mengikutsertakan dirinya dalam urusan kelompok tersebut.

“Soal sapi bantuan jelas tidak boleh dijual tanpa musyawarah, apa lagi untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Saat awak media jurnalisbengkulu.com mengunjungi sisa sapi bantuan yang ada di rumah Supri dan Farida, ternyata benar hanya ada satu indukan sapi saja, yang saat ini dalam kondisi mengandung, dan seekor anakan sapi.
Saat ditanya apakah anak anak sapi ini dijual atau diberikan kepada anggota kelompok lainnya buat di gilir, farida dengan tegas mengatakan bahwa anak anak sapi tersebut mereka jual, dan hasilnya ya untuk mereka sendiri.

“ya kalau sapinya melahirkan, dan anaknya sudah cukup besar maka anaknya kami jual,” tegasnya.

Hingga berita ini tayang ketua kelompok tani yang baru belum bisa dihubungi.(rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here