Mahalnya Jati TPK, Jati Kampung Menjadi Solusi Pengusaha Mebel

0
9

 

Pati – Beralihnya fungsi hutan menjadi lahan perkebunan selain berdampak kepada berkurangnya sumber air dan banjir bandang saat musim hujan, hal tersebut juga berdampak menipisnya ketersediaan kayu jati yang berkualitas bagus. Saat ini kayu jati hasil dari hutan sudah berkurang drastis dibanding 15 tahun yang lalu. Untuk mengganti langkahnya kayu jati hutan, sebagai besar masyarakat menanami lahannya dengan pohon jati.

Seperti yang dilakukan Bapak Karnawi (46) warga Dukuh Pandahan, Desa Tamansari, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, menanami lahan kebunnya dengan pohon jati atau biasa di sebut Jati Kampung. Walaupun kwalitasnya tidak sebagus jati yang tumbuh di hutan, namun kayu jati kampung masih diminati warga masyarakat.

Terlihat hari ini Bapak Karnawi sedang memanen tanaman jatinya untuk dijual ke pengusaha mebel. Dengan dibantu Serda Sukarji anggota Satgas TMMD Reguler ke-111 Kodim Pati mengangkat batang kayu jati yang selesai ditebang menggunakan mesin senso, Sabtu (03/07/2021).

Sementara Karnawi mengatakan, tanaman jati yang ia tanam ini sudah berumur kurang lebih 10 tahun, sudah layak untuk digunakan sebagai bahan bangunan ataupun mebel. Jenis jati yang ditanam varian yang bisa cepat besar diukur dari diameter batang jati.

“Lumayan pak, ada 25 pohon yang bisa dipanen saat ini, pasalnya pertumbuhan jati tidak sama. Yang masih kecil saya biarkan dulu tunggu besar, percuma kalau ikut ditebang. Hari saya mendapat hasil bersih 15 juta untuk 25 batang kayu,” ujar Karnawi sembari tersenyum. (0718)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here