Nomor HP Sekwan Kota Dihack OTD

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Untuk menjadi perhatian, khususnya bagi seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu bahwa nomor handphone sekaligus nomor whatsapp Sekretatis Dewan (Sekwan) Kota Bengkulu Saipul Afandi telah dihack oleh orang tidak dikenal (OTD).

Nomor handphone 082313131372 saat ini bukan lagi dipegang oleh Saipul, tapi dikendalikan atau dikuasai oleh orang lain yang telah meng-hack nomor tersebut. Diduga, pelaku sengaja membajak nomor tersebut untuk melakukan aksi penipuan.

Nomor tersebut hingga release ini ditulis masih aktif atau masih tampak online di whatsapp, tapi bukan lagi Saipul yang memilikinya. Oleh karena itu, PNS khususnya pejabat Pemkot Bengkulu agar memutuskan komunikasi dan koordinasi dengan sekwan melalui nomor tersebut, baik whatsapp maupun telepon.

Tim media center Dinas Kominfo Kota Bengkulu telah mencoba menghubungi nomor tersebut melalui pesan whatsapp dengan alasan ingin wawancara. Namun nomor tersebut menjawab sedang di perjalanan dan kemudian mengirim sebuah file berupa format undangan. (belum diketahui apa maksudnya karena file yang dikirim sengaja tidak dibuka).

Asisten I Eko Agusrianto membenarkan bahwa nomor HP Sekwan telah dihack. Eko merupakan salah satu pejabat yang sering berkomunikasi dengan Saipul, terutama saat Saipul masih menjabat Asisten II belum lama ini.

“Iya benar, nomor HP pak Saipul telah dihack orang. Jadi nomor itu bukan pak Saipul lagi yang pegang. Kepada seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu agar waspada dan tidak percaya kalau nomor tersebut menghubungi,” ujar Eko.

Sebelumnya, lanjut Eko kejadian serupa juga dialami Staf Ahli Walikota Lia Kamalia (istri Eko) dimana nomor HP bahkan akun facebook nya dihack. Pelaku yang membajak Akun medsos fb milik Lia mengirim dan memposting foto-foto porno dan foto-foto tidak pantas lainnya.

“Nomor HP dan akun fb staf ahli walikota atas nama Lia Agusrianto juga sudah dihack. Jadi apa pun yang diposting maupun pesan yang dikirim dari akun itu bukan tanggung jawab yang ibu Lia karena bukan dia yang melakukannya,” demikian Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *