Pesan Harian UJH : Biduk yang Hampir Karam

Berumah tangga kadang tak seindah ketika saat berpacaran. Sebab ketika pacaran belum banyak tanggung jawab. Ketemu juga tidak begitu intens. Berbeda bila sudah berumah tangga. Tanggung jawab penuh, bertemu 24 jam sepanjang waktu, sifat masing-masing selama ini tertutup kini sudah mulai nampak semua. Maka, tidak jarang muncul ketidakcocokan.

Belum lagi masalah orang ketiga. Maaf, orang ketiga bukan berarti selalu selingkuh tetapi bisa jadi orang tua yang selalu mau ikut campur tangan. Kakak atau adik ipar yang selalu usil. Belum move on dengan masa lalu. Akibatnya sering bertengkar lalu terucap kata cerai atau talak. Setelah bercerai belum sampai masa iddah mau rujuk kembali. Kadang ada yang sudah lewat masa iddah ingin kembali bersama. Bagaimana caranya?

Banyak pasangan muda yang belum paham masalah ini. Jika ingin rujuk sebelum habis masa iddah maka cukup kembali pada isteri lalu melapaskan “Aku rujuk kepadamu,” atau “Engkau sudah dirujuk”. Namun bila sudah habis masa iddah bila mau kembali bersatu harus dengan akad nikah baru dengan syarat dan rukun tertentu dan masih talak 1 atau talak 2.
وإذا طلق امرأته واحدة أو اثنتين فله مراجعتها ما لم تنقض عدتها فإن انقضت عدتها حل له نكاحها بعقد جديد
Artinya, “Jika seorang suami menalak istrinya dengan talak satu atau talak dua, maka ia berhak rujuk kepadanya selama masa iddahnya belum habis. Jika masa iddah telah habis maka sang suami boleh menikahinya dengan akad yang baru.” (Lihat: Abu Syuja, al-Ghayah wa al-Taqrib, Alamul-Kutub, tt., hal. 33).

Pagar Dewa, 28112023
Salam Ujh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *