RELIGI  

Pesan Harian UJH : Mengapa Hati Tak Tenang?

Adakah kita tahu, mengapa hati selalu merasa tidak nyaman, jiwa tak tenang, dengan rezeki yang ada senantiasa merasa tak pernah cukup? Nah, coba cek hubungan dengan Allah. Adalah kita sudah menunaikan kewajiban salat 5 waktu dengan baik dan benar. Simak surat Thaha 14.
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.

Itulah penyebab awal mengapa kita selalu merasa tak tenang. Lalu, cek juga hubungan kita dengan kedua orang tua. Adakah kita pernah kunjungi mereka. Jika jauh adakah kita selalu telepon tanya kabar mereka. Lukman 14
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Selain dua di atas, penyebab hati dan jiwa tak tenang adalah hubungan sesama manusia. Barangkali masih iri, hasad dan dengki dengan saudara dan tetangga. Mungkin masih tersisa sifat sombong, riya dan sum’ah dengan kemampuan yang dimiliki.

Oleh karena itu perlu juga kita pelihara hubungan dengan sesama, baik keluarga, sahabat maupun tetangga. Jikalau hubungan dengan Allah tidak kita jaga. Pada orang tua jarang bersua atau disapa, kemudian kepada sesama pun komunikasi tak ada memang kita tak akan pernah cukup, tak pernah tenang selamanya.

Pagar Dewa, 04072024
Salam Ujh