Solusi Turunkan Angka Stunting, Seluruh Pemda Diminta Lakukan PKS Dengan KUA

Kota Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Deputi Bidang KS-PK BKKBN pusat, Nopian Andusti hadir langsung pada acara Rakerda program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Mercure Hotel, Rabu (6/4/2022).

Dalam sambutannya, Nopian meminta seluruh pemerintah daerah mulai dari pemprov, pemkab dan pemkot untuk mengikat perjanjian kerjasama (PKs) dengan Kantor Urusan Agama (KUA) terkait dalam hal kerjasama menurunkan angka stunting pada anak.

PKs seperti ini, kata dia sudah dilaunching di Kota Palembang. Ia berharap jadi rool model bagi pemerintahan yang lainnya termasuk di Provinsi Bengkulu.

“Saya minta ada kerjasama antara pemerintahan dengan kepala kantor urusan agama dan kemenag. Di Palembang sudah dilakukan. Karena stunting ini rata-rata terjadi karena faktor usia dan kesehatan saat pernikahan. Dan ini muaranya di KUA,” sampai Nopian.

Mantan Sekda Provinsi Bengkulu ini juga menyampaikan bahwa setiap daerah harus pasang target penurunan stunting. “Harus bisa mencapai terget bahwa angka stunting di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 hanya 10 persen. Kemudian tahun 2016 menjadi zero (0) stunting,” ujar Nopian.

Dalam sambutannya Nopian juga menyapa Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang hadir langsung di acara tersebut. Ia mengatakan ingin bertemu juga dengan walikota dan wakil walikota secara khusus dalam waktu dekat ini selagi ia masih berada di Bengkulu karena ada hal-hal yang perlu disampaikan terkait persoalan stunting.

Selain itu ia juga berharap kepada seluruh KUA dapat membantu dalam hal kerjasama pencegahan stunting yakni dengan melakukan pendampingan konseling dan kesehatan calon pengantin. “Mari bersama mensukseskan program ini untuk menjelang Indonedia Emas,” ujar Nopian.

Rakerda Bangga Kencana ini selain dihadiri oleh wakil walikota juga dihadiri oleh Bupati Kepahiang, Wakil Bupati Seluma dan perwakilan bupati dari kabupaten lainnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *