Inisiator Bank Sampah Usin Sembiring Apresiasi Perjuangan Emak-Emak Kelola Sampah
Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, Inisiator Bank Sampah sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat para emak-emak yang tekun belajar mengelola sampah, baik organik maupun anorganik.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomis.
Sejumlah kelurahan telah mengikuti pelatihan pengelolaan sampah, antara lain:
1. Jalan Semangka 04 RT 12, Kelurahan Panorama
2. Jalan Kinibali RT 01, Kelurahan Padang Jati
3. RT 10, Kelurahan Belakang Pondok
4. RT 01, Kelurahan Tengah Padang
5. RT 06, Kelurahan Pasar Melintang
6. Jalan Sepakat 03 RT 16, Kelurahan Sawah Lebar Baru
7. Kelurahan Belakang Pondok
8. RT 11, Kelurahan Sido Mulyo
9. RT 02, Kelurahan Tengah Padang
10. RT 07, Kelurahan Nusa Indah
11. RT 10, Kebun Geran
12. RT 09, Kelurahan Kandang
13. RT 07, Kelurahan Kebun Kenanga
14. RT 11, Kelurahan Tengah Padang
15. RT 17, Kelurahan Lempuing
16. Kebun Veteran RT 07 RW 04, Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung
Kegiatan ini didukung oleh sejumlah pembina yang berkompeten, yakni Elvi Ansori, Eko Sumartono, Ety, Irma, Bambang, Siti Pahlawati, Yudi Nugroho, serta perwakilan dari organisasi seperti Dewi Yuliana (PLUT Dinas Koperasi dan UMKM) dan beberapa anggota Yayasan Sehati Bengkulu seperti Yulia Suparti, Fathurrakhman, dan Raiba.
Selaku Inisiator Bank Sampah Usin Sembiring kerap mengunjungi pelatihan, di mana para emak-emak tengah berkumpul mempelajari pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Setelah mengikuti pelatihan ini, kelompok tersebut berinisiatif membentuk bank sampah mandiri. Mereka berkomitmen untuk terus mengelola sampah secara berkelanjutan hingga menghasilkan produk bernilai tambah seperti pupuk organik, Eco Enzym, serta berbagai produk kreatif lainnya yang berasal dari daur ulang sampah plastik.

“Meskipun sebagian besar peserta sudah lansia, semangat mereka tetap luar biasa,” ungkap Usin Sembiring.
Bersama Yayasan Sehati, Usin Sembiring kerap turut memberikan dukungan dan pembelajaran dengan mengajak ibu-ibu membuat Eco Enzym serta memberdayakan pengelolaan sampah organik.
Menurut Usin, semangat belajar para emak-emak dalam mengelola sampah menjadi motivasi besar baginya. Transformasi paradigma dari sampah yang dianggap masalah menjadi sampah sebagai berkah dan sumber ekonomi memang tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan konsistensi dan pengorbanan waktu.
“Terima kasih kepada emak-emak yang sudah bersedia dan bersemangat belajar memilah, memilih, dan mengelola sampah dari rumah. Kita mulai dari hal kecil dulu, ya buk,” tutup Usin Sembiring penuh harap. (M4)






