ASN Bengkulu Belanja di Dalam Pasar, Warga Nilai Kebijakan Dedy Wahyudi Hidupkan Ekonomi Pedagang
Kota Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Kebijakan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) berbelanja di dalam pasar tradisional menuai dukungan dari masyarakat. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib.
Respon positif terlihat dari berbagai komentar warga di media sosial yang mengapresiasi gerakan tersebut. Masyarakat menilai kehadiran ASN secara langsung di dalam pasar mampu meningkatkan aktivitas jual beli dan memberikan dampak nyata bagi pedagang kecil.
Salah satu warga, Wahyu Nugraha, mengusulkan agar kegiatan belanja bersama ASN dapat dilakukan secara rutin. Menurutnya, kehadiran ASN di pasar tidak hanya membantu pedagang, tetapi juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Pendapat serupa disampaikan Ali Ridho yang menilai kebijakan tersebut efektif dalam memutar roda ekonomi lokal. Ia menyebut kewajiban belanja bagi ASN menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya beli dan mendukung pedagang tradisional.
Selain berdampak pada peningkatan ekonomi, kebijakan ini juga dinilai mampu mendorong ketertiban aktivitas perdagangan. ASN diarahkan berbelanja di dalam area pasar, bukan di bahu jalan, sehingga membantu menghidupkan kembali lapak-lapak pedagang di bagian dalam pasar yang sebelumnya kurang ramai.
Program yang dikenal dengan gerakan Belanjo Rame-Rame ini dipimpin langsung oleh Walikota Dedy Wahyudi dan melibatkan ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Pemerintah berharap gerakan tersebut tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi pedagang, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.
Dengan adanya kebijakan ini, pasar tradisional diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat serta memperkuat sektor ekonomi berbasis kerakyatan di Kota Bengkulu. (M25)






