Bahu-Membahu dalam Badai: Solidaritas Tanpa Batas Persatuan Toke Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong

Solidaritas Tanpa Batas Persatuan Toke Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong

 

Rejang Lebong. Jurnalisbengkulu.com – Alam terkadang bicara dengan nada yang keras, namun kemanusiaan selalu punya cara untuk menjawabnya dengan kelembutan. Itulah pemandangan yang tertangkap di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, ketika duka akibat terjangan angin puting beliung perlahan terhapus oleh hangatnya jabat tangan persaudaraan.

Di tengah puing-puing sisa amukan bayu, hadir sebuah rombongan yang membawa lebih dari sekadar bantuan materi. Persatuan Toke Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong menunjukkan bahwa sekat administratif kabupaten hanyalah garis di atas peta. Di hadapan musibah, mereka adalah satu nafas.

Bantuan donasi yang dikumpulkan secara kolektif ini mengalir sebagai bentuk pemulihan bagi warga Sumber Urip yang kehilangan tempat berteduh. Bukan sekadar soal angka, namun tentang nilai “Saling Menjaga” yang masih mengakar kuat di tanah Pat Petulai.

Kehadiran para tokoh pengusaha ini disambut dengan haru. Dalam penyampaiannya yang santun, perwakilan dari Persatuan Toke mengungkapkan bahwa duka Sumber Urip adalah duka mereka juga.

“Kami hadir bukan sebagai pemberi, melainkan sebagai saudara yang memulangkan kembali senyum yang sempat terbang bersama angin. Tanah ini telah memberi kita banyak hal, maka saat ia terluka, kitalah yang harus membalutnya.”

Bantuan yang diserahkan mulai dari logistik hingga dana perbaikan hunian diharapkan menjadi stimulan bagi warga untuk segera bangkit. Profesionalisme para tokoh ini terlihat dari bagaimana bantuan didistribusikan secara terukur dan tepat sasaran, memastikan mereka yang paling terdampak mendapatkan prioritas utama.

Langkah elegan dari Persatuan Toke tiga kabupaten ini menjadi sebuah catatan penting bagi kita semua: bahwa sinergi adalah kunci dalam menghadapi ujian alam. Di bawah bayang-bayang Gunung Kaba, solidaritas ini membuktikan bahwa sekuat apa pun angin menerjang, ia takkan mampu menumbangkan pohon persaudaraan yang akarnya sudah menghujam dalam ke bumi.

 

Reporter: Hendri Gunawan