Lukman Yasir Mantan Kepala Desa Pungguk Lalang, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Mantan Kepala Desa Pungguk Lalang, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Lukman Yasir, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media yang menyebut adanya dugaan korupsi Dana Desa sebesar Rp2,2 miliar pada periode 2015–2018.
Saat ditemui pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 09.12 WIB, Lukman membantah tudingan tersebut. Ia menilai informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi merugikan nama baiknya.
Menurutnya, total Dana Desa yang diterima Pungguk Lalang selama kurun waktu 2015 hingga 2018 tidak mencapai Rp1,5 miliar. Karena itu, ia mempertanyakan angka Rp2,2 miliar sebagaimana tercantum dalam pemberitaan yang terbit pada 11 Februari 2026.
“Dana Desa yang masuk dari 2015 sampai 2018 tidak sampai Rp1,5 miliar. Namun di pemberitaan disebut Rp2,2 miliar. Angka itu dari mana? Ini yang saya pertanyakan,” ujarnya.
Lukman juga menyayangkan media yang mempublikasikan dugaan tersebut tanpa melakukan konfirmasi kepadanya terlebih dahulu. Ia menegaskan tidak pernah dimintai keterangan sebelum berita diterbitkan.
“Tiba-tiba berita sudah tayang tanpa ada konfirmasi kepada saya. Tentu ini sangat merugikan,” katanya.
Ia menjelaskan, Dana Desa pada masa kepemimpinannya telah direalisasikan untuk pembangunan infrastruktur desa. Di antaranya pembukaan badan jalan selebar tiga meter sepanjang 4,5 kilometer, pengaspalan (lapen) sepanjang 3 kilometer, pengerasan jalan 1,5 kilometer, serta pembangunan rabat beton pada gang menuju masjid.
Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Lukman berharap adanya pelurusan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik. Ia juga menyatakan siap memberikan data dan dokumen pendukung apabila diperlukan oleh pihak berwenang maupun pihak lain yang membutuhkan klarifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari media yang memuat dugaan tersebut maupun dari instansi terkait.
Reporter : Hendri Gunawan






