Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Penanganan problematika geng motor di Kota Bengkulu, yang mayoritas anggotanya masih berstatus pelajar, kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Kota Bengkulu dinilai belum berhasil menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, meskipun sejak tahun lalu telah mengambil berbagai langkah strategis yang terukur.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, pada tahun lalu telah menegaskan komitmennya untuk menerapkan tindakan tegas dan sistematis dalam mengatasi permasalahan geng motor. Salah satu upaya signifikan yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan peran institusi pendidikan di bawah naungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Dedy juga mengumpulkan seluruh kepala sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bengkulu, mengingat mayoritas pelaku geng motor masih berstatus pelajar.
Namun demikian, upaya tersebut belum menghasilkan perubahan yang berarti. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bengkulu untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Selasa (3/3/2026) di Pendopo Balai Kota Merah Putih.
FGD ini difokuskan pada sinergi lintas sektor guna memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya dalam penanganan geng motor. Pemerintah Kota bersama Forkopimda berkomitmen untuk mengintensifkan koordinasi dan merumuskan langkah strategis demi menjaga stabilitas daerah sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
Sebelumnya, isu geng motor di Bengkulu kembali mencuat setelah insiden tawuran remaja di kawasan Jalan KZ Abidin 2 (eks Barata), Kota Bengkulu, pada Jumat malam, 20 Februari 2026. Bentrokan antar kelompok remaja tersebut berujung pada pembakaran satu unit sepeda motor di lokasi kejadian, menimbulkan kepanikan dan keresahan di kalangan warga sekitar.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menegaskan bahwa kebijakan tegas harus diimplementasikan untuk menekan perilaku kenakalan remaja. Salah satu langkah yang diputuskan adalah pemberlakuan jam malam bagi pelajar.
“Kita berlakukan jam malam untuk pelajar,” tegas Wali Kota Bengkulu dikutip dari berita salah satu media online.
Saat ini, masyarakat tengah menantikan hasil dari langkah-langkah efektif Pemerintah Kota Bengkulu dalam penanganan geng motor agar Kota Bengkulu dapat menjadi kota yang nyaman dan aman bagi seluruh komunitasnya.
Sementara Pemkot belum dimintai keterangan, terkait langkah-langkah khusus yang akan dilaksanakan dalam penanganan geng motor tersebut selain pemberlakuan jam malam.(M4)






