Sarasehan bertajuk “Jelang 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Jumat (23/1/2025)
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Kepemimpinan Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.Ap bersama Wakil Bupati Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si dinilai menunjukkan soliditas dan kesinambungan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sinergi keduanya menjadi faktor penting dalam menjaga arah kebijakan pembangunan agar tetap selaras dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.
Menjelang satu tahun masa kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menggelar sarasehan bertajuk “Jelang 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Jumat (23/1/2025). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi kinerja pemerintahan sekaligus ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Sarasehan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Ketua TP PKK Rejang Lebong Ny. Intan Larasita Fikri, Ketua GOW Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari Hendri, Sp.N, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Rejang Lebong Iwan Sumantri, SE, MM, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa, serta pelajar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, sambutan Bupati dan Wakil Bupati, serta pemutaran tayangan visual capaian kinerja pemerintahan periode Februari–Desember 2025. Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang berlangsung terbuka dan konstruktif.
Dalam suasana yang tertib dan kondusif, peserta sarasehan menyimak pemaparan capaian pembangunan daerah yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Forum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian masukan serta penguatan transparansi dan partisipasi publik.
Wakil Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri Praja menyampaikan bahwa pembenahan tata kelola pemerintahan menjadi salah satu fokus utama selama hampir satu tahun kepemimpinan. Melalui reformasi birokrasi yang berkelanjutan, Kabupaten Rejang Lebong berhasil meningkatkan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari zona merah hingga mencapai zona hijau pada akhir 2025. Selain itu, sebanyak 69 status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya terblokir telah diselesaikan sebagai bentuk kepastian administrasi dan penataan kepegawaian.
Pada sektor kesehatan, Kabupaten Rejang Lebong mencatat capaian signifikan dalam percepatan penurunan angka stunting dengan skor 79,27 dan meraih peringkat ketiga terbaik se-Provinsi Bengkulu. Daerah ini juga menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Bengkulu yang menerima Penghargaan Swasti Saba Padapa sebagai Kabupaten/Kota Sehat.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan konektivitas wilayah melalui perbaikan sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Sukowati dan Jalan Sukaraja–Pasar Atas, serta berbagai ruas jalan kabupaten lainnya. Pemulihan fungsi jembatan vital, antara lain Jembatan Talang Benih–Dusun Sawah dan Jembatan Duku Ulu, turut mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Penataan drainase di kawasan perkotaan Curup juga dinilai berkontribusi dalam mengurangi genangan air dan risiko banjir.
Sektor pendidikan turut mencatat pencapaian strategis dengan terpilihnya Kabupaten Rejang Lebong dalam program nasional SMA Unggul Garuda. Desa Mojorejo ditetapkan sebagai lokasi pembangunan sekolah unggulan bertaraf internasional, menjadikan Rejang Lebong sebagai salah satu dari empat daerah terpilih secara nasional. Selain itu, kebijakan sekolah gratis serta Program Orang Tua Asuh bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas telah menjangkau 1.287 anak penerima manfaat.

Secara makro, kinerja pembangunan daerah tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,53 menjadi 75,87, serta penurunan angka kemiskinan dari 14,65 persen menjadi 11,71 persen. Capaian tersebut menunjukkan dampak positif dari kebijakan pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dan terukur.
Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan merupakan fase awal yang strategis dalam membangun fondasi pembangunan jangka panjang.
“Capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah daerah akan terus menjaga kolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, serta masyarakat agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pemerintah daerah juga menyerahkan sejumlah penghargaan tingkat nasional dan provinsi, di antaranya di bidang kesehatan dan keterbukaan informasi publik. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif untuk terus mendorong kemajuan Kabupaten Rejang Lebong.
Reporter: Hendri G, Amin G






