Mbin Cupik Mai Bioa, Prosesi Sakral Pengenalan Bayi dengan Alam dalam Tradisi Rejang
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com –Tradisi adat Mbin Cupik Mai Bioa kembali dilaksanakan sebagai wujud nyata pelestarian nilai-nilai budaya luhur masyarakat Rejang. Ritual sakral yang bermakna “awal mula bayi turun ke air” ini digelar pada Selasa (1/7) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam prosesi tersebut, seorang bayi dimandikan di aliran Sungai Musi dengan penuh khidmat dan sarat makna budaya. Ritual ini diselenggarakan oleh Sanggar Benuang Sakti bersama Silat Rejang Pat Petulai sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.
Ritual Mbin Cupik Mai Bioa kali ini diperuntukkan bagi Arvael Raksananda Nayaka, putra pertama dari pasangan Andreas Derangga Saputra dan Susmita Sari. Dalam prosesi adat tersebut, sang bayi secara simbolis dimandikan di sungai sebagai bentuk perkenalan awal dengan alam semesta, sekaligus doa dan harapan agar kelak tumbuh sehat, kuat, berkarakter baik, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya Rejang.
Ketua Umum Sanggar Benuang Sakti yang juga Ketua Umum Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin, menyampaikan bahwa tradisi Mbin Cupik Mai Bioa mengandung nilai filosofis yang sangat dalam dan menjadi identitas masyarakat Rejang.
Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam sejak dini. Air dipandang sebagai sumber kehidupan, dan melalui ritual ini dititipkan doa agar anak tumbuh dengan kekuatan lahir dan batin serta tetap menjunjung tinggi adat istiadat Rejang.
Aminudin juga menekankan pentingnya peran seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tugas sanggar atau tokoh adat, melainkan tanggung jawab bersama agar jati diri orang Rejang tetap kokoh di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, Andreas Derangga Saputra mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya prosesi adat tersebut. Ia menyampaikan kebanggaan karena dapat melaksanakan tradisi Mbin Cupik Mai Bioa untuk anaknya sebagai bentuk doa dan harapan agar Arvael kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, serta mengenal dan mencintai budaya Rejang sejak dini.


Pelaksanaan ritual Mbin Cupik Mai Bioa ini turut mendapat perhatian masyarakat sekitar yang hadir menyaksikan prosesi adat dengan penuh penghormatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Rejang sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Reporter: Hendri Gunawan, Amin G






