NU dan PMII Konsisten Perangi Paham ‘Radikalisme’

Bengkulu – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu Wibowo Susilo mengatakan, organisasi PMII dan NU merupakan organisasi yang konsisten mencegah dan memerangi paham radikalisme di Indonesia.

“NU dan PMII dibiayai atau tidak oleh negara tetap konsisten mencegah dan memerangi paham radikalisme di Indonesia,” kata Wibowo saat menjadi narasumber seminar bertema “Pencegahan Dini Radikalisme” dalam rangka peringatan Harlah PMII ke 61 yang digelar oleh PW IKA PMII di Aula Taman Wisata Mangrove Bhadrika, Sabtu (17/4/2021) sore.

Dalam kesempatan itu, Wibowo yang juga merupakan kader PMII dan mantan Sekretaris Cabang PMII tahun 2008-2009 mengatakan, diusia PMII yang ke-61 tahun, telah banyak alumni yang berkontribusi bagi negara.

“Di Bengkulu alumni-alumni PMII telah berkiprah diberbagai bidang, di NU Bengkulu juga telah berdiri STIESNU yang merupakan kontribusi sebagian alumni yang berlatarbelakang akademisi. Saat ini juga telah dirintis Institut Teknologi dan Sains NU, kita berharap semakin kedepan, kemandirian alumni dibuktikan dengan peran dan kiprahnya,” sampai Wibowo.

Ketua PW IKA PMII Subhan Amin mengatakan, kegiatan ini merupakan peringatan Harlah PMII yang kesekian kalinya. Peringatan kali ini, bertepatan dengan bulan Ramadan sehingga kegiatan juga dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Sebelum berbuka puasa bersama, sekitar 2 jam diisi dengan seminar.

Kegiatan seminar yang dipandu moderator Abas menghadirkan narasumber Prof Dr Sirajuddin yang juga Rektor IAIN Bengkulu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr H Zahdi Taher M.HI, dari Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Dr Zubaedi, dari Dit Intelkam Polda Bengkulu Kompol Florentus Situngkir S.IK dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo.

Seminar membahas soal gejala dini radikalisme ditengah masyarakat serta pencegahannya yang disampaikan Rektor IAIN Bengkulu.

“Penyebab paham tersebut muncul adalah ketidakadilan, diskriminasi, dan sifat tercela. Terkadang mereka terpengaruh, hanya persoalan ekonomi,” kata Rektor. Kemudian, berbagai varian gejala radikalisme juga dipaparkan oleh FKPT, Dr Zubaedi dan tentang penindakan serta pencegahan juga disampaikan Kompol Florentus.

“Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis,” kata Kompol Florentus.

Dalam materinya, Kakanwil Kemenag Dr H Zahdi Taher M.HI mengatakan, melawan gerakan radikalisme membutuhkan kerjasama, kolaborasi dan sinergi. Melalui kerjasama, Zahdi optimis akan terjaga stabilitas, ketenangan dan keamanan dikehidupan masyarakat.

“Sinergi dengan meningkatkan komunikasi dan pelibatan semua pihak atau elemen di masyarakat guna penanggulangan gerakan radikalisme dan terorisme. Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, saya yakin stabilitas, ketenangan dan keamanan masyarakat akan terjamin,” kata Zahdi.

Langkah ini menurut Kakanwil, juga diharapkan bisa meningkatkan soliditas antara pemerintah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan Ormas guna memelihara suasana aman dan kondusif di daerah.

“Serta berikan penyadaran masyarakat untuk peningkatan wawasan kebangsaan,” pinta Kakanwil.

Dalam kesempatan ini, Kakanwil juga mengajak seluruh kader (PMII) se-Provinsi Bengkulu, untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat, islam yang berkemajuan.

“Agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan. Sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan. Ini adalah tugas kita bersama, tugas adek-adek kader PMII untuk membasmi teroris, membasmi radikalisme dan tetap memperkuat persaudaraan,” harap Kakanwil.

Kegiatan itu dihadiri sejumlah alumni PMII dari berbagai kalangan serta para kader dan anggota PMII di Bengkulu. Sebelum acara berbuka puasa bersama, dilakukan potong tumpeng oleh Ketua PW IKA PMII Bengkulu dan para alumni PMII.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here