Mukomuko, Jurnalisbengkulu.com — Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mukomuko terus menunjukkan progres signifikan. Komandan Kodim 0428/Mukomuko, Letkol Inf Yokki Firmansyah, memastikan seluruh lahan yang digunakan telah berstatus clear and clean tanpa hambatan terkait legalitas maupun kepemilikan.
Kepastian ini sekaligus menunjukkan bahwa Mukomuko siap melaksanakan instruksi pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan koperasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
“Semua sudah clear and clean. Tidak ada lahan bermasalah. Semua desa bergerak aktif, tidak ada yang diam,” tegas Letkol Inf Yokki Firmansyah.
Berdasarkan data Kodim 0428/Mukomuko, dari 150 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi pembangunan koperasi:
- 121 desa sudah memiliki lahan siap bangun
- 29 desa lainnya masih menuntaskan proses administrasi lahan, namun seluruhnya telah mengajukan permohonan penggunaan atau hibah bangunan ke Pemkab Mukomuko maupun Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu.
Artinya, tidak ada satupun desa yang pasif dalam mendukung program nasional ini.
Dandim menekankan bahwa proses pembangunan dilakukan secara agresif dan dikejar sesuai target nasional.
“Tanggal 31 Januari 2026 harus selesai 100 persen dan langsung dihibahkan kepada desa. Karena pada Maret 2026 seluruh KDMP di Mukomuko sudah wajib operasional,” ujarnya.
Setelah dihibahkan, koperasi akan memasuki tahap finalisasi operasional, mulai dari pembentukan struktur organisasi, penyiapan SDM pengelola, hingga penyusunan model bisnis.
Ciri khas pembangunan KDMP di Mukomuko adalah pendekatan padat karya, di mana pembangunan gedung dikerjakan langsung oleh masyarakat desa, bukan kontraktor luar daerah.
“Ini program pusat, dan masyarakatlah yang akan merasakan manfaatnya. Maka dari awal masyarakat ikut membangun. Dibangun warga, dan nanti hasilnya kembali untuk warga,” ujar Dandim.
Pola padat karya ini turut menggeliatkan ekonomi lokal, mulai dari pembelian material bangunan, jasa transportasi, hingga peluang kerja harian bagi warga setempat.
Letkol Inf Yokki Firmansyah menegaskan bahwa keberhasilan KDMP tidak hanya diukur dari berdirinya gedung, tetapi dari kemampuan desa mengoperasikannya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tidak ada alasan untuk tidak mendukung. Ini program strategis, ini program Presiden. Mukomuko harus berada di garis depan untuk menyukseskannya,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan pemerintah daerah, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga—bersama-sama mengawal pembangunan hingga operasional koperasi nantinya.
Dengan progres pembangunan yang bergerak masif hampir di seluruh desa, KDMP diproyeksikan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Mukomuko pada 2026, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat melalui ekonomi berbasis gotong royong.
Reporter: Novles Kurniawan






