Warga Talang Rami Soroti Transparansi Proyek Dana Desa
Seluma, Jurnalisbengkulu.com – Sejumlah warga Desa Talang Rami, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menyoroti pelaksanaan proyek pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Warga menilai perlunya peningkatan transparansi dan pengawasan agar pelaksanaan pembangunan desa benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sorotan tersebut muncul terkait proyek pengembangan jalan desa yang dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan masyarakat. Tokoh masyarakat setempat, Dodon Supriadi, menyampaikan bahwa proyek tersebut seharusnya memiliki panjang sekitar 400 meter, namun hingga kini baru terealisasi kurang lebih 200 meter.
Selain itu, warga juga mempertanyakan tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan proyek dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan informasi publik terkait penggunaan anggaran negara.
“Sebagai warga, kami tidak pernah melihat papan informasi proyek di lokasi pembangunan. Kami hanya ingin tahu kejelasan anggaran dan peruntukannya,” ujar Dodon saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Selasa (27/1).

Tidak hanya soal papan proyek, warga juga menyoroti kualitas fisik sejumlah bangunan desa. Dua unit rabat beton yang telah dibangun disebut-sebut memiliki ketebalan yang dinilai belum sesuai standar teknis, sehingga dikhawatirkan tidak bertahan lama dan merugikan masyarakat.
“Kami khawatir jika kualitasnya seperti ini, jalan tersebut tidak akan awet dan cepat rusak. Padahal ini dibangun untuk kepentingan bersama,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan terbuka terkait pelaksanaan proyek Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Warga juga meminta agar pihak-pihak terkait, termasuk pendamping desa dan instansi pengawas, turut memastikan seluruh kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Desa Talang Rami belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Awak media masih berupaya menghubungi pihak pemerintah desa guna mendapatkan klarifikasi agar informasi yang disampaikan kepada publik berimbang dan objektif.
Reporter: Sukardianto






