Ada Dugaan Pungli, Oknum Kades Tutup Mata

Bengkulu Selatan, jurnalisbengkulu.com – Sudah menjadi tradisi setiap tahun pada hari raya idul Fitri atau hari libur nasional lainnya masyarakat berkunjung ke tempat tempat wisata, terutama wisata pinggir pantai ataupun muara sungai dan hampir semua pantai di sepanjang Kabupaten Bengkulu Selatan nampak dipadati pengunjung.

Tapi di antara sekian banyak tempat wisata di sepanjang pantai Bengkulu Selatan ada satu tempat yang nampaknya ada kejanggalan.

Menurut pantauan awak media di lapangan nampak ada pemungutan biaya masuk plus biaya parkir kendaraan bermotor yang dilakukan oleh beberapa orang warga. Akan tetapi ijin keramaian masih dipertanyakan, selain itu juga tidak memiliki karcis resmi.

Saat dihubungi via telepon seluler Kepala Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas membenarkan adanya masyarakat ramai mengunjungi tempat wisata pantai Muara Kedurang yang notabene berada di kawasan wilayah hukum Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan. Bahkan Sidarhan (Kades) sendiri mengiyakan kalau hal ini adalah pungli.

Tapi terjadi kejanggalan bila dibandingkan antara keterangan Sidarhan selaku kades setempat dengan keadaan di lapangan. Dengan dugaan tidak adanya surat ijin keramaian dan penarikan biaya parkir juga tanpa adanya karcis resmi dari pihak pemerintah terkait sedangkan keramaian terus berlanjut sampai tiga hari ini menunjukkan bahwa seolah pihak Pemerintah Desa Tanjung Aur Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan menutup mata pura pura tidak tahu dan bahkan melindungi kegiatan tersebut.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, seperti ungkap salah seorang warga desa yang tidak mau di sebutkan namanya, “ini ada yang mencurigakan, kenapa pungutan liar di biarkan, kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan siapa yang mau bertanggung jawab,” ujarnya, (6/5/2022).

Sejauh ini, upaya konfirmasi adanya dugaan pungli kepada pihak berwenang  sedang di upayakan.(Juli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *