Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Forum Koordinasi Jurnalis Bengkulu menggelar Kampanye Penurunan Stunting melalui Momentum Strategis KIE Interpersonal Kepada Komunitas.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Gubernur, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A,. Menekankan, Forum Koordinasi yang melibatkan Jurnalis dalam rangka penanganan sesuatu yang bersifat sistemik posisinya sangat strategis.
“Karena menurut saya stunting ini persoalan yang bersifat sistemik dan kronik bagi bangsa kita, secara nasional masih pada angka 21,6% yang artinya mengkhawatirkan, untuk itu penanganannya dengan cara pola gerakan dengan semua pemangku kepentingan, dan peran penting jurnalis dengan cara melakukan komunikasi informasi dan edukasi produktif ditengah-tengah masyarakat”, ujarnya di Hotel Mercure Kota Bengkulu, Selasa (30/05/2023).

Selain it ia juga Gubernur Rohidin mendorong para jurnalis untuk memberitakan yang bisa menumbuhkan semangat dan edukasi di tengah masyarakat.
“Harapannya kepada jurnalis ketika mengeluarkan kalimat berita hendaklah dipikirkan dampaknya apa buat daerah dan masyarakat sehingga berita ini bukan racun tetapi vitamin, karena saya akan tetap menginformasikan apa yang belum berhasil dari program kebijakan sisi pemerintah tetapi dari sisi angle apa yang kawan jurnalis ambil untuk menambah spirit dan semangat masyarakat “, kata dia.
Sebagai tambahan pemerintah telah meluruskan dari segi regulasi kebijakan dan lembaga penanganan secara berjenjang kemudian anggaran yang cukup, maka perlu semua itu dikomunikasikan dan disosialisasikan.
Dalam kesempatan yang sama Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama BKKBN Pusat, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc,Dip.Com mengatakan pemberdayaan masyarakat dari berbagai pihak dan Mitra harus bergerak secara bersama-sama seperti Pemerintah, Perguruan Tinggi, Komunitas, dan media.
“Selain itu diharapkan kepada media untuk mengusung tema khusus percepatan penurunan stunting yang harus sampai ditengah masyarakat, yaitu bagaimana proses audit kasus stunting, penyebabnya stunting apakah kekurangan gizi, infeksi, lingkungan tidak sehat, dan kondisi masyarakat juga sperti apa” ungkapnya.
Plt BKKBN Provinsi Bengkulu juga memberikan tanggapan meminta kepada jurnalis untuk menginformasikan dari sudut yang positif dan mengkampanyekan program-program pemerintah.
“Dengan nada yang sama dan pemahaman yang benar serta kami berharap kepada jurnalis yang hadir untuk menyepakati beberapa hal tentang kontribusi jurnalis terhadap penurunan stunting”, tutupnya.
Reporter : Saprian Utama SH






