Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) Cabang Bengkulu dan Perum Bulog Cabang Bengkulu menggelar Operasi Pasar Murah Terintegrasi Berbarengan dengan Penyaluran Dana Pensiunan Persatuan Wredetama Republik Indonesia (PWRI). Tujuannya adalah penurunan laju inflasi yang masih cukup tinggi, terutama harga kebutuhan pokok, bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.
Pasar murah yang di gelar pada halaman Kantor Pos Tanah Patah, Kota Bengkulu, Senin (2/10/2023), tampak masyarakat setempat antusias atas operasi pasar murah beras serta kegiatan ini dilakukan selama dua hari yaitu 2-3 Oktober.
Pejabat Sekdaprov Bengkulu, Nandar Munadi menyatakan operasi pasar murah ini menjadi salah satu langkah strategis menekan laju inflasi. Serta menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok yang saat ini sebagian di antaranya melambung tinggi secara signifikan.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan ini stabilitas harga di masyarakat itu bisa terkendali dan juga bisa menurunkan harga-harga kebutuhan pokok yang naik atau melonjak lebih tinggi. Diharapkan dengan aktivitas yang dilakukan oleh jajaran pemerintah Provinsi maupun Kabupaten serta BUMN dan BUMD, bisa menstabilkan kebutuhan pokok bagi masyarakat,” ungkap Nandar.
Sementara itu Pimpinan Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Bakhtiar AS mengatakan pihaknya terus memperhatikan kebutuhan bahan pokok dimasyarakat dan terus mengisi bahan pokok di pasar yang tercatat di BPS.
“Seperti Pasar Panorama dan Pasar Minggu serta kita mengisi di outlet binaan, Rumah Pangan, dan Pengecer yang sudah mendapat Izin dari Bulog Bengkulu. Artinya kita telah berupaya untuk menanggulangi gejolak yang terjadi,” ungkap Bakhtiar .
Ditambahkan olehnya agar distributor yang telah mendapat Izin Bulog Bengkulu untuk tidak menjual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena kata Bahtiar sudah ada lima distributor yang sudah dicabut Izinnya.
“Saya meminta kepada kawan media sama-sama kita, untuk memantau melebihi HET. Karena indikasi penjualan melebihi HET ini mereka membeli dan menjual kembali. Untuk itu harapan Bulog Bengkulu membuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bermitra,” Pungkasnya.(Saprian Utama, SH)






