Biadab ! Penculik Banting Anak Usia 4 Tahun Hingga Tak Sadarkan Diri di Lubuk Belimbing II : Nyawa Penculik Tamat di Tangan Massa

Biadab ! Penculik Banting Anak Usia 4 Tahun Hingga Tak Sadarkan Diri di Lubuk Belimbing II : Nyawa Penculik Tamat di Tangan Massa

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Pagi yang seharusnya tenang di Desa Lubuk Belimbing 2 mendadak berubah jadi neraka. Senin (27/4/2026), amarah warga meledak tak terkendali. Seorang pria yang nekat bermain api dengan menculik anak manusia, akhirnya meregang nyawa secara tragis: mati dikeroyok massa.

Lupakan prosedur formal yang berbelit; di sini, hukum jalanan bicara lebih keras saat keselamatan seorang bocah dipertaruhkan.

Sekitar pukul 06.15 WIB, kabar buruk menyebar secepat kilat. Seorang pria berinisial PW, warga asal Palembang, diduga kuat mencoba melarikan Deren Alpino, bocah malang berusia 4 tahun.

Warga yang melihat aksi bejat tersebut tidak tinggal diam. Aksi kejar-kejaran bak film aksi terjadi di gang-gang desa. Terdesak dan panik karena kepungan warga, pelaku melakukan tindakan biadab: ia membanting tubuh mungil Deren hingga pingsan tak sadarkan diri.

Tindakan itu menjadi sumbu ledak. Ribuan mata yang menyaksikan tak lagi bisa menahan diri. 06.30 WIB: Pelaku tertangkap.

Eksekusi Massa: Tak ada ruang untuk negosiasi. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi mendarat di tubuh pelaku hingga ia tewas di tempat dalam kondisi mengenaskan.

Wartawan kami di lapangan melaporkan situasi mencekam saat petugas tiba. Berikut poin-poin penting dari tragedi pagi ini:

  • Pelaku Tewas: Identitas terkonfirmasi sebagai PW (asal Palembang). Jenazah kini dalam penanganan Tim Inafis Polres Rejang Lebong.
  • Rekan Terduga: Seorang pria berinisial Sd (60) berhasil diamankan dari amukan dan kini “dikandangkan” di Polsek Kota Padang untuk dikuliti keterangannya.
  • Kondisi Korban: Deren (4) masih dalam penanganan medis setelah dibanting pelaku. Nyawanya selamat, namun trauma dan luka fisik masih membekas.

Kapolsek Kota Padang, Iptu Medi Azwar, mengonfirmasi kebenaran “pengadilan jalanan” ini. Meski polisi sudah berada di TKP, emosi warga yang sudah di ubun-ubun tak terbendung.

“Kami masih mendalami motif dan kronologi lengkap. Investigasi sedang berjalan terkait dugaan penculikan yang berakhir dengan aksi main hakim sendiri ini,” tegas Medi.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani mengusik ketenangan warga Rejang Lebong. Di sini, nyawa dibayar nyawa, dan kasih sayang orang tua bisa berubah menjadi senjata paling mematikan saat anak mereka terancam.

Polisi masih berjaga, namun aroma amarah masih terasa di udara Lubuk Belimbing.

 

Reporter : Hendri Gunawan