Kampung REDAM Dicanangkan, Pemkot Bengkulu Perkuat Penyelesaian Konflik Berbasis Dialog

Kampung REDAM Dicanangkan, Pemkot Bengkulu Perkuat Penyelesaian Konflik Berbasis Dialog

 

Kota Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis dialog dalam menjaga stabilitas sosial melalui pencanangan Program Kampung Rekonsiliasi Perdamaian (Kampung REDAM). Hal itu disampaikannya saat menghadiri deklarasi komitmen bersama yang digelar di Hotel Nala Sea Side, kawasan Pantai Panjang Bengkulu, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi juga ruang perumusan strategi dalam membangun sistem penyelesaian konflik berbasis masyarakat. Pemerintah Kota Bengkulu mendorong agar Kampung REDAM mampu menjadi model penguatan nilai toleransi, sekaligus wadah penyelesaian perbedaan secara damai dan berkelanjutan.

Dalam pembahasan, sejumlah poin krusial mengemuka, mulai dari konsep dasar program, tujuan implementasi, hingga mekanisme teknis pelaksanaan di tingkat kelurahan. Fokus utama diarahkan pada pembentukan lingkungan sosial yang harmonis, aman, serta mampu meredam potensi konflik sejak dini.

Ronny menyampaikan bahwa Kampung REDAM diharapkan menjadi ruang kolektif bagi masyarakat dalam menyikapi perbedaan secara bijak. Menurutnya, pendekatan dialog dan semangat gotong royong harus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan.

Ia juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan gerakan moral bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan komitmen yang kuat, Kampung REDAM diyakini mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat kohesi sosial di Kota Bengkulu.

Di akhir kegiatan, Ronny mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan deklarasi tersebut. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut demi mewujudkan masyarakat yang damai dan berdaya. (Red)