Jerat Maut di Jalur Curup-Linggau: PLN Jual Listrik Atau Jual Nyawa?
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Instalasi PLN kembali memakan korban, dan kali ini nyaris mencabut nyawa. Adi Wiguna (23), pemuda asal Air Meles Atas, harus meregang nyawa di aspal panas setelah lehernya terjerat kawat penahan tiang PLN yang malang melintang bak ranjau di jalur Lintas Curup–Linggau, Minggu (3/5/2026) lalu.
Kawat baja itu bukan penghantar arus, tapi berubah menjadi tali algojo yang menjerat leher Adi saat ia melaju dengan Honda-nya di pagi buta. Akibat kelalaian pemeliharaan aset negara ini, Adi tidak hanya menderita luka lebam fatal di leher, tapi juga hancur di bagian tempurung kaki. Saat ini, korban hanya bisa terbaring tak berdaya di meja operasi RS An-Nisa, sementara pihak yang bertanggung jawab masih asyik bersembunyi di balik meja kantor yang sejuk.
Berdasarkan fakta di lapangan, kawat penahan tiang tersebut menjuntai ke badan jalan tanpa ada peringatan atau perbaikan. Ini bukan kecelakaan murni; ini adalah pencideraan akibat pengabaian standar keselamatan publik. Adi yang sedang berkendara tenang tiba-tiba disergap kabel yang melintang, terseret beberapa meter, dan bersimbah darah di jalanan yang sepi.
Anehnya, meski darah sudah tumpah, pihak PLN Unit Sukaraja seolah mendadak tuli dan buta. Konfirmasi awak media melalui telepon maupun pesan singkat hanya berakhir di ruang hampa. Tidak ada respons, tidak ada empati, apalagi permohonan maaf. Apakah nyawa pelanggan semurah itu di mata PLN?
“Ini nyawa manusia, bukan main-main! PLN jangan hanya pintar menagih denda kalau rakyat telat bayar, tapi giliran kabelnya nyaris memenggal kepala orang, mereka mendadak hilang ditelan bumi!” cetus salah satu tokoh masyarakat Air Meles Atas dengan nada geram.
Pihak kepolisian Polsek Selupu rejang membenarkan adanya tragedi berdarah ini. Meski laporan resmi belum masuk ke meja hijau, fakta medis dan saksi mata sudah cukup untuk menampar wajah PLN atas kegagalan mereka mengelola jaringan yang aman bagi masyarakat.
Warga kini menuntut lebih dari sekadar perbaikan kabel. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh atas biaya pengobatan dan cacat yang dialami korban. Jika PLN tetap memilih bungkam dan membiarkan instalasinya menjadi jebakan maut bagi pengendara lain, maka jangan salahkan jika kemarahan publik meledak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Unit Sukaraja masih bungkam. Kami akan terus mengejar hingga ada yang berani keluar dan bertanggung jawab atas darah yang tertumpah di jalur Curup-Linggau
Reporter : Hendri Gunawan






