Animo Masyarakat Umroh Tinggi, Pemprov Ajak Pemangku Kepentingan Rakor

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Melihat potensi jamaah umroh yang cukup tinggi di Provinsi Bengkulu, Pemprov Bengkulu dan Angkasa Pura lakukan Rapat Kordinasi bersama 29 penyedia layanan Tour travel Umroh.

Rapat koordinasi berkaitan dengan rencana akan dibukanya jalur penerbangan ke Jeddah/Madinah.

Dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu khairil Anwar, bahwa kita ingin memastikan agar jamaah umroh dari Bengkulu ini bisa hemat biaya dan waktu ketika ingin umroh. Karena menurut dia yang selama ini jamaah umroh harus ke bandara Soekarno-Hatta membutuhkan waktu dan biaya yang tidak minimal sehingga tidak efisien.

“Hari ini kita sudah ketemu dengan biro umroh di Bengkulu, selain itu dengan pihak bandara dan pihak imigrasi. Untuk memastikan kesiapan bandara dan jumlah jamaah, agar memungkinkan memberangkatkan jamaah umroh langsung ke Jeddah/Madinah,” ungkap Khairil.

“Dari hasil koordinasi ini kita dapatkan kesiapan dari jumlah jamaah memenuhi kuota dan keimigrasian serta bandara Fatmawati Soekarno Putri sangat siap,” tambah Khairil.

Sementara itu Executive General Manager (EGM) Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu Ngatimin K Murtono mengatakan pihaknya mengapresiasi keinginan dari pemerintah Pemprov Bengkulu untuk memberangkatkan langsung jamaah umroh ke Jeddah/Madinah.

“Hari ini lakukan Rapat persiapan untuk memberangkatkan langsung jamaah umroh kita dari Bengkulu ke Madinah/Jeddah. Ini kita harapkan di bulan Oktober dapat terealisasi,” ucapnya.

Selain itu Murtono berujar dari segi fasilitas bandara dan jumlah jamaah sudah memenuhi kuota yang ditetapkan bahkan lebih, karena mengingat animo masyarakat Bengkulu ingin melaksanakan ibadah umroh ini cukup tinggi.

“Dengan kita membuka jalur penerbangan ini bisa jadi kita menarik wisatawan luar dan bahkan Bandara Fatmawati ini ditetapkan sebagai Bandara internasional serta menjadi Bandara Embarkasi yang dapat memberangkatkan Haji,” harap Murtono.

Sebagai tambahan untuk memberangkatkan Haji dari Bengkulu ke Jeddah dibutuhkan panjang landasan 2800 sesuai KP 576, sedangkan saat ini panjang landasan Bandara Fatmawati 2250. Artinya kurang 600.

Reporter : Saprian Utama SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *