Bulan Ramadhan Servis Jok dan Variasi Banjir Konsumen

Bengkulu Tengah, JB – Bulan Ramadhan sudah berjalan yang ke sembilan hari, tetapi usaha Jok dan servis Kursi sudah banyak permintaan akan produk furniture terutama sofa dan kursi ruang tamu meningkat. Namun banyak masyarakat yang lebih memilih untuk tidak membeli yang baru. Cukup ke servis Jok dan Variasi (KJV) yang terletak Desa Kembang Seri ,Kecamatan Talang Empat,Kabupaten Bengkulu Tengah saja

Hal ini ungkapkan Ikip Pemilik usaha Servis jok dan Variasi usaha ini sejak Ramadan turut terkena imbasnya. Toko dan pabrik furnitur tumbuh dimana-mana. Tak hanya para pedagang mebel baru yang produknya laris manis. Para penyedia jasa reparasi sofa dan perabot bekas pun menjamur di setiap sudut kota. Pada bulan Ramadan seperti ini, permintaan mereka meningkat tajam.

Ikip (38), salah seorang Servis jok dan Variasi Desa Kembang Seri misalnya, mengaku kewalahan meladeni permintaan saban menjelang hari besar keagamaan. “Kalau mau bulan sekarang ada peningkatan. Apalagi kalau satu minggu dekat Lebaran nanti, bisa sampai dua kali lipat,” ujarnya.

Harga yang dipatok Ikip bervariasi, tergantung tingkat kerumitan perbaikan jok dan kursi itu sendiri. Bahkan dia bisa menyulap jok dan kursi menjadi seperti baru lagi, dengan cara mengganti busa dan kulit sofa dengan yang baru.  “Kalau ganti busa dan kulit bervariasi tergantung besar kecil kursi dan bahan kulit atau kain kursi itu. Paling murah satu jutaan rupiah bisa. Tapi seperti yang ini (menunjuk sebuah satu set kursi ,” sebutnya.

Untuk penggantian busa plus kulit kursi perantau asal Jombang, Jawa Timur ini menghabiskan waktu paling cepat hingga tiga hari, dan paling lama sepuluh hari. Dia dibantu oleh beberapa orang karyawannya. Usaha itu sendiri, kini mulai menjamur di kabupaten Bengkulu Tengah.” Katanya

“Saya juga dulu awalnya hanya karyawan bisa seperti ini. Ketika ada modal, saya putuskan buka servis jok dan Variasi ” katanya.

Sudah 6 tahun dia melayani servis jok, penggantian kulit hingga pembuatan dan kursi baru. Tetapi kebanyakan orang yang datang ke tempatnya adalah untuk meraparasi jok. “Kalau buat baru, biasanya orang minta disesuaikan ukuran kursinya dengan ruangan dan Tergantung jenis bahan dan ukuran yang diinginkan. Tetapi kebanyakan yang datang ke sini minta direparasi kursinya,” imbuhnya.

Menurut dia, orang-orang itu enggan mengganti kursinya dengan yang baru lantaran memiliki bahan yang baik. Biasanya kursi yang diservis memiliki kerangka dari kayu berkualitas, seperti jati, ulin, meranti, dan lain-lain. Harga kursi dengan bahan itu sangat tinggi. Apabila ada kerusakan atau bosan, mereka tinggal menyervis kursi dan jok. Permintaan paling tinggi pada bulan Ramadan ini,” sambungnya.

Dia memprediksi, konsumen yang datang ke tempatnya akan meningkat beberapa kali lipat pada dua pekan menjelang Idul fitri. “Mau Lebaran biasanya meningkat banyak. Sama seperti Imlek dan Natal. Tetapi Lebaran paling banyak. Karena orang pikir, punya kursi masih bagus untuk apa beli baru. Mending ganti joknya saja, sudah seperti baru lagi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here