Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyerap aspirasi warga di Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (15/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 02 Kelurahan Tanah Patah mengeluhkan masalah terkait BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan apabila tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.

“Kami menilai BPJS kurang efektif karena jika tidak digunakan, layanan tersebut otomatis dinonaktifkan,” ujarnya.
Selain itu, Nety Suryani, warga setempat sekaligus Ketua Kelompok Tani Harapan Maju, mengungkapkan bahwa kebun sayuran milik warga kerap mengalami banjir, yang berimbas pada gagal panen.

“Kami memohon bantuan dari dinas pertanian, seperti penyediaan pupuk subsidi, bibit unggul, serta mesin penyiram tanaman sayuran,” harap Nety.
Menanggapi keluhan warga, Destita Khairilisani menjelaskan bahwa untuk mengatasi masalah BPJS, warga diharapkan tetap rutin memeriksakan kesehatan ke rumah sakit menggunakan BPJS, meskipun tidak sedang sakit.
“Meskipun tidak mengalami keluhan kesehatan, warga dapat melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan lainnya melalui BPJS agar kartu tersebut tidak dinonaktifkan,” katanya.

Lebih lanjut, Destita menyampaikan bahwa apabila ada warga yang dalam kondisi kritis namun BPJS-nya tidak aktif, dapat segera menghubungi Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk mendapatkan bantuan.
“Insya Allah, nanti akan dibantu sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sedangkan untuk aspirasi terkait bantuan bibit sayur dan pupuk, serta permasalahan banjir yang melanda kebun warga, akan dicatat dan dibawa dalam rapat DPD RI.
Reporter: Ujang Martin AP






