Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah melaksanakan Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) pada Oktober sampai Desember 2022, yang bertujuan menghasilkan data terpadu untuk data program perlindungan dan kesejahteraan sosial. Selain itu, data Regsosek juga dapat digunakan untuk keseluruhan program pemerintah agar lebih terarah.
Selain itu juga Kepala Badan Pusat Statistik Ir. Win Rizal mengatakan Regsosek sebagai upaya pembenahan sistem pendataan agar menjadi terintegrasi, hal ini dilaksanakan agar bisa mencegah persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial yang sering kali tidak tepat sasaran.
“Hari ini kita melaksanakan Forum Konsultasi Publik (FKP) atas rangkaian Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dimana FKP garda terakhir penentuan keterlibatan masyarakat untuk disepakati bersama dan setelah selesai dikirim ke pusat agar disimpan dalam data nasional, supaya nantinya terwujud sistem satu data nasional berbagi pakai, yang mana semua yang membutuhkan data bisa menggunakan ini” ujar Ir. Win Rizal, di Kantor Kelurahan Dusun Besar, Kec.Singaran Pati Kota Bengkulu, Jum’at (19/05/2023).
“Masih dalam kesempatan yang sama ia menambahkan untuk hasilnya diakhir juni akan diserahkan ke pusat data nasional. Untuk hasil sementara belum diperoleh karena masih tahap proses dan diakhir bulan Juni akan diserahkan ke pusat data nasional sedangkan metode kita gunakan dua metode,” tutup Rizal.
Dalam kesempatan itu juga Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., yang membuka FKP dengan tema “Satu Data Perlindungan Sosial Dan Perlindungan Masyarakat”, mengatakan pemerintah ingin memantau langsung verifikasi dan sinkronisasi hasil data BPS akhir tahun lalu.
“Hari kita berada di kelurahan Dusun Besar bersama kepala BPS Provinsi Bengkulu dan BPS kota Bengkulu beserta teman-teman pejabat Fungsional memantau langsung FKP ini agar masyarakat dapat memverifikasi hasil pendataan BPS, dan pemerintah provinsi Bengkulu juga d bulan juni, dapat kepastian data tingkat kemiskinan masyarakat Bengkulu yang rill dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak terdata,” ujar Rohidin.
Reporter : Saprian Utama SH






