Kunjungan Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro ke Pustu UPT 2 Trans Air Balui
Musi Banyuasin, Jurnalisbengkulu.com – Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kunjungan pra-survei ke Puskesmas Pembantu (Pustu) UPT 2 Trans Air Balui.
Kunjungan ini merupakan langkah awal untuk menganalisis kondisi eksisting fasilitas kesehatan dan jangkauan layanan di Kawasan Trans SP 1 dan SP 2 Air Balui.Tujuan KunjunganKunjungan ini bertujuan untuk:
1. Mengidentifikasi Kondisi Fasilitas Kesehatan: Mengetahui kondisi fisik dan operasional Pustu, termasuk sarana dan prasarana yang ada.
2. Menganalisis Aksesibilitas Layanan Kesehatan: Mendapatkan informasi mengenai aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti Puskesmas atau Rumah Sakit.
3. Mendengarkan Masukan dari Petugas Kesehatan: Berinteraksi dengan petugas kesehatan setempat untuk mendapatkan perspektif tentang tantangan yang dihadapi.
Temuan dan Tantangan
Bidan Rina, petugas kesehatan di Pustu UPT 2, menyampaikan bahwa layanan kesehatan di Trans Air Balui menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
- Aksesibilitas yang Buruk: Masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
- Kualitas Layanan yang Terbatas: Fasilitas yang ada belum memenuhi standar pelayanan kesehatan yang optimal.
Rekomendasi yang Diberikan
Melalui riset yang akan dilakukan, Tim 1 Patriot berharap dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk perbaikan layanan kesehatan di kawasan tersebut.
Tim 1 Patriot Undip Tim 1 Dr. L. M. Sabri, S.T., M.T Ketua Tim Aufa Fadhil Islami (anggota), Aurelia Prawita Putri (anggota), Giananda Al Aurasesar (anggota), Ida Maulida (anggota).
Beberapa rekomendasi tim 1 Patriot yang diusulkan meliputi:
- Rehabilitasi Bangunan Pustu: Memperbaiki dan merenovasi fasilitas Pustu agar sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.
- Pelatihan Kader Posyandu: Meningkatkan kapasitas kader posyandu untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
- Peningkatan Infrastruktur Jalan: Memperbaiki akses jalan menuju Pustu dan fasilitas kesehatan lainnya untuk meningkatkan aksesibilitas.
- Program Penyuluhan Kesehatan: Mengadakan program penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan layanan yang tersedia.
- Pengadaan Alat Kesehatan: Mengusulkan pengadaan alat kesehatan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Dukungan dari Pemkab Musi Banyuasin Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP, menyatakan bahwa rekomendasi yang diberikan kepada Pemkab Musi Banyuasin melalui penelitian awal Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro akan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan.
“Kami akan menyampaikan rekomendasi ini ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti melalui APBD,dan APBN ” ujar Sinulingga.
Lebih lanjut, Sinulingga menambahkan, “Kami dari Disnakertrans Muba juga akan mengusulkan ke Kementerian Transmigrasi untuk percepatan pembangunan di kawasan transmigrasi yang ada di Musi Banyuasin. Semua ini akan dilakukan bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah, bersinergi membangun kawasan transmigrasi agar lebih baik dan masyarakat di kawasan semakin sejahtera ke depannya.”
Penyampaian Rekomendasi di akhir penutupan penelitian nanti Sinulingga menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh Tim Expedisi Patriot Yang Bertugas Di Kawasan Transmigrasi akan disampaikan secara utuh kepada pemerintah daerah.
“Kami Harapkan Baik Tim 1 dan Tim 2 Expedisi Patriot akan memaparkan hasil rekomendasi ini kepada Bupati HM Toha dan Wakil Bupati Rohman, bersama OPD terkait, sebagai dasar dan masukan untuk perencanaan pembangunan ke depan menuju Muba Maju Lebih Cepat,” pungkas Sinulingga.
Harapan ke DepanDengan adanya kunjungan ini, diharapkan Tim 1 Patriot Universitas Diponegoro dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih baik di Musi Banyuasin termasuk merumuskan kebijakan pendidikan dan atau kebijakan yang prioritas untuk kemajuan kawasan transmigrasi.
Rekomendasi yang dihasilkan Nanti diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik sehingga masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik dan pelayanan yang lebih optimal.
Reporter : Ruspiandi