Petani Mengeluh, Sewa Handtraktor Melampaui Batas Normal

Kaur, jurnalisbengkulu.com-
Minimnya pengawasan pemerintah terhadap kelompok tani (koptan) kecamatan luas, kabupaten kaur, yang menerima bantuan handtraktor, sehingga bantuan tersebut beralih kepemilikan atas dasar pribadi oleh ketua, sekretaris dan bendahara dan bukan lagi atas nama kelompok tani.

Ironisnya dalam kepemilikan tersebut, mereka menaikan upah sewa sebesar Rp 60.000,-/kubik.

Masyarakat mengharapkan kepada pemerintah yaitu Dinas pertanian kabupaten kaur, agar kiranya menata ulang kelompok tani yang sekarang tidak sesuai dengan fungsinya, karna kelompok tani bukan untuk memperkaya diri sendiri melainkan untuk mensejahtrakan masyarakat. Dan sesuai dengan peraturan yang ada, supaya kehadiran kelompok tani tersebut bisa membawa dampak yang positif.

“kami sangat keberatan kalau sewa jasa handtraktor sekarang 60.000,-/kubik, tapi mau gimana lagi. Apalagi seperti saya, sawah aja nyewa disini,” papar Yan salah satu petani ketika ditemui di pondok sawahnya, Senin (05/11/2018).

Sementara pihak yang menjalankan handtraktor bantuan kelompok tani (koptan) tersebut, mengakui adanya kenaikan sewa sebesar Rp 60.000,-/kubik.

“ya memang di musim ini kita menaikan sewa jasa handtraktor sebesar Rp 60.000,-/kubik, itu karena bahan bakar minyak (BBM) jenis solar naik Rp 10.000,- per liter di warung, karena hal ini terpaksa kita naikan,” ungkap Yun.

Pihak kelompok tani menyayangkan handtraktor bantuan pemerintah untuk kelompok tani itu yang sekarang menjadi milik pribadi. Sebab Itukan diberikan untuk kelompok tani hamparan air bubun. Menurut mereka itu aneh sekali, karna sebelumnya sudah beberapa buah handtraktor di berikan pada hamparan air bubun ini, kalau tidak salah itu sudah 4 buah. Mestinya hamparan air bubun itu tidak nyewa lagi untuk jasa handtraktor setiap musim tanam padi tiba, kalau pengurusnya tau diri dan tidak rakus. (SMI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here