Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Jelang keberangkatan pertama jemaah haji Provinsi Bengkulu pada 10 Juni masuk asrama dan 11 Juni menuju Padang langsung menuju Mekah, Gubernur Bengkulu, Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., membuka bimbingan teknis bagi Petugas Haji Daerah (PHD) di Aula Asrama Haji Bengkulu, Senin (15/5), dengan mengusung tema ” Wujudkan Petugas Haji Rama Lansia, Handal, Profesional, dan Bertanggungjawab”.
Dalam pembukaan Bimtek yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Bengkulu tersebut, Gubernur Rohidin berpesan agar petugas nantinya dapat melayani jemaah haji secara optimal, handal, profesional, serta dapat memastikan seluruh rangkaian ibadah haji terjaga dengan baik.
“Mengingat haji sudah dibuka setelah covid, yang masa tunggu 2-3 tahun tidak ada haji, mengakibatkan lansia sangat banyak hampir 40% dan diperkirakan Mekah cuacanya sangat panas, maka betul perlu pendampingan yang handal, agar jamaah haji Bengkulu dapat menunaikan ibadah haji dengan baik. Saya berpesan agar PHD menyadari mereka itu petugas, lepaskan semua jabatannya di tanahair yang ada di Bengkulu, sehingga posisikan mereka petugas haji yang difasilitasi oleh pemerintah untuk membimbing jamaah agar selamat pulang ke tanahair dan mendapatkan haji sempurna,” ujar Rohidin.
Agar jamaah haji mendapatkan pelayanan dari PHD dengan maksimal kata Rohidin pemerintah Bengkulu akan memantau setiap kegiatan jamaah dengan menghubungi TPHD melalui zoom dari Bengkulu.
“Bisanya kalau sudah sampai ke Mekah saya akan melaksanakan zoom langsung, misal di tempat penginapan jamaah, hal ini bertujuan untuk mengecek jamaah apakah ada keluhan dan permasalahannya yang dihadapi,” kata Rohidin.
Dalam pengarahannya Gubernur Rohidin, kepada Petugas Haji Daerah (PHD) agar dapat menjalankan tugasnya dengan benar dan profesional, harus memenuhi syarat-syarat dalam dirinya.
“Agar dapat dikatakan profesional kepada PHD, dia harus memenuhi beberapa syarat pada dirinya, yaitu menguasai ilmu, pengetahuan, dan wawasan tentang Haji dan tidak boleh berhenti sampai disitu saja, harus kesungguhan dalam menjalankan tugas secara maksimal, yang tidak kalah penting juga komunikasi yang bagus dan dibungkus dengan dilaksanakan tanggungjawab dan keiklasan,” tutup Rohidin.
Dalam kesempatan yang sama KaKanwil Kemenag Provinsi Bengkulu mengatakan petugas penyelenggara Haji harus belajar dari penyelenggaraan sebelumnya karena ibadah Haji ini merupakan kegiatan yang dilakukan setiap tahunnya.
Dalam memberangkatkan jamaah Haji ini merupakan program setiap tahun dilaksanakan tapi setiap tahun juga dari pengalaman yang kita laksanakan pasti menemui kekurangan, kesalahan, dan kesilapan sehingga perlu pembekalan seperti kita lakukan saat ini agar dapat belajar dari kesalahan sebelumnya, perlu diketahui untuk tahun ini kita memberangkatkan jamaah sebanyak 1636 jamaah dengan pemberangkatan yang paling berat karena masa tunggu yang cukup lama sehingga banyak didominasi oleh kaum lansia dan ada juga yang berusia 83-93, sehingga kita mengusung tema dalam bimbingan teknis ini “Wujudkan Petugas Haji Rama Lansia, Handal, Profesional, dan Bertanggungjawab” dan tahun ini juga pemerintah pusat tidak mengadakan pendampingan muhrim,” ujar Mohammad Abdu.
Sebagai tambahan informasi, menurut Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Bengkulu musim Haji tahun 1444H/2023 peserta yang mengikuti bimbingan teknis ini sebanyak 36 orang peserta dengan rincian 21 Orang PPIH kloter yang terdiri dari TPHI, TPIHI, TKHI dan 15 orang dari PHD ada tiga unsur layanan umum, layanan ibadah, dan layanan kesehatan.
Reporter : Saprian Utama SH






