Ramah Tamah, Gubernur Rohidin Dukung Fakultas Kedokteran Unib

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Dalam rangka Visitasi Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu, Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., menggelar ramah-tamah dan bersilaturahmi dengan para Asesor Visitasi lapangan dan civitas akademika Universitas Bengkulu .

Dalam acara itu nampak hadir Gubernur Bengkulu Prof. Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si, Dekan fakultas kedokteran Universitas Bengkulu, Dr.dr. Awal Prasetyo, ketua dan anggota Asesor dari LAM-PTKes yang diketuai oleh Dr.dr. Sudadi, Civitas akademika Fakultas kedokteran universitas Bengkulu, Direktur rumah sakit M. Yunus, Ketua PMI provinsi Bengkulu dan alumni serta mahasiswa universitas kedokteran universitas Bengkulu.

Rohidin Mersyah mengatakan silaturahmi dan ramah-tamah ini sangat penting karena mengandung kepentingan pemerintah daerah dalam visitasi fakultas kedokteran dan ilmu Kesehatan masyarakat Universitas Bengkulu, karena apabila akreditasi fakultas kedokteran ini sesuai harapan maka pemerintah daerah juga ikut berdampak seperti kesempatan anak-anak Provinsi Bengkulu studi di fakultas kedokteran lebih besar dan dan orang luar masuk Bengkulu bertambah bahkan bisa buka program spesialis.

“Pemerintah daerah sangat mendukung Fakultas Kedokteran ini, karena dalam historis berdirinya di tahun 2007 atas dukungan Gubernur Bengkulu, Rektor universitas Bengkulu, dan direktur rumah sakit M. Yunus Bengkulu, setelah itu ditahun 2018 yayasan ilmu Kesehatan dibawa Pemprov ikut digabungkan juga agar dapat memiliki standar kualifikasi yang tinggi, karena apabila fakultas kedokteran baik maka dapat menjadi barometer kemajuan perguruan tinggi maupun daerah,” ujar Rohidin di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Rabu (17/05/2023) Malam.

Ia juga mengingatkan kepada akademika untuk dapat akreditasi sesuai yang kita harapkan itu, harus ada kerja serius seluruh civitas akademika.

“Kenapa saya tidak sebut unggul, baik, A dan B, karena saya ingin tahu harapan dari civitas akademika ini seperti apa, karena apabila sudah ada harapan maka harus ada ikhtiar, sebetulnya akreditasi itu adalah pengakuan pihak luar terhadap diri kita, maka apa yang kita sajikan itulah yang akan orang lain akui” Kata Rohidin.

Selain itu juga Rohidin meminta dukungan kepada tenaga kesehatan baik medik maupun non medik untuk membantu pemerintah dalam bidang kesehatan, kerena menurutnya apabila dalam bidang kesehatan ini memberikan titik kepuasan pada tingkat maksimum maka 30% permasalahan daerah akan selesai.

“Karena salah satu tanggungjawab pemerintah dalam konteks pembangunan yang paling pokok itu dalam bidang kesehatan, maka kami meminta kepada tenaga kesehatan baik medik maupun non medik dan juga alumni Universitas Bengkulu, untuk membantu pemerintah dalam berkolaborasi mendukung capaian pemerintah yang telah ditetapkan menjadi Provinsi ketiga dalam menjamin kesehatan bagi masyarakatnya berdasarkan UHC.

Capaian UHC itu sendiri ada kriteria yang harus dilakukan yaitu unit kesehatan harus melayani warga dengan menujukan KTP, KIS, dan KK tidak harus dengan kartu BPJS, tidak ada pembatasan waktu perawatan, tidak ada biaya tambahan, dan tidak boleh membebankan biaya tambahan dengan alasan tidak ketersediaan obat” tutup Gubernur Bengkulu.

Dekan fakultas kedokteran universitas Bengkulu juga mengatakan kegiatan yang menyangkut upaya meningkatkan kualitas dan evaluasi akreditasi, merupakan tanggungjawab juga Pemerintah Bengkulu.

“Upaya meningkatkan kualitas dan evaluasi akreditasi juga harus dukungan Pemprov Bengkulu agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Bengkulu,” ujarnya.

Reporter : Saprian Utama SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *