Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Ratusan warga Desa Kali Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meluapkan kekecewaan terhadap Kepala Desa Maman Casmadi. Ia dinilai ingkar janji dan bersikap tidak sopan terhadap warganya, khususnya ketika diminta memberikan kejelasan terkait pelaksanaan voting desa.
Insiden ini mencuat pada Senin sore 28 Juli 2025, saat puluhan warga berkumpul di kediaman Kepala Desa Maman Casmadi. Mereka menuntut digelarnya musyawarah terbuka dan voting sebagai bentuk evaluasi terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak lagi aspiratif.
Menurut keterangan warga, sebelumnya Kepala Desa Maman telah berjanji akan menggelar voting untuk menentukan kelayakannya sebagai pemimpin. Namun, hingga kini janji tersebut belum juga ditepati, meski lebih dari 100 warga telah siap mengikuti proses demokratis itu.
Kekecewaan warga semakin memuncak saat terjadi insiden yang melibatkan salah satu tokoh masyarakat setempat, Mbah Damin. Dalam pertemuan tertutup yang dihadiri sekitar sepuluh perwakilan warga di dalam rumah kepala desa, Mbah Damin menanyakan jadwal musyawarah secara santun.
Namun, Kepala Desa Maman Casmadi diduga merespons dengan kata-kata kasar dan tidak pantas.”Kami datang baik-baik, niatnya ingin musyawarah, tapi justru dibalas dengan ucapan yang menyakitkan. Sangat tidak pantas bagi seorang kepala desa,” ujar salah satu warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah warga juga telah mencoba menemui Bupati Rejang Lebong untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun karena bupati tidak berada di tempat, mereka hanya berhasil bertemu dengan Staf Ahli, Pak Andi.
Dalam pertemuan tersebut, Pak Andi menyarankan agar warga menempuh jalur musyawarah resmi di tingkat desa.Meski sempat menyatakan kesediaannya untuk menggelar voting, Kepala Desa Maman Casmadi hingga kini belum memberikan kepastian waktu.
Ia hanya menyampaikan bahwa jika mayoritas warga sudah tidak menghendakinya menjabat, maka ia siap mengundurkan diri.
Warga berharap janji tersebut tidak hanya menjadi ucapan semata, tetapi benar-benar diwujudkan demi menjaga keharmonisan dan nilai-nilai demokrasi di Desa Kali Padang.
“Kami akan terus mengawal ini sampai tuntas. Desa ini milik kita semua, bukan milik satu orang,” tegas salah satu tokoh pemuda desa.
Situasi di Desa Kali Padang kini menjadi sorotan publik. Warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memediasi dan menyelesaikan persoalan ini secara adil dan transparan.
Reporter: Hendri G. Amin G. NF