Jurus “Bersih” 310 Pendekar: Saat GOR Curup Jadi Medan Tempur Melawan Narkoba
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Deru napas pendek memenuhi GOR Curup pagi ini. Bukan sekadar mencari siapa yang paling tangkas melepas tendangan sabit atau bantingan telak, 310 pesilat dari 23 kontingen se-Provinsi Bengkulu dan Jambi berkumpul untuk satu misi yang lebih besar: Perang total terhadap narkoba.
Gelaran BNN Championship 2026 yang resmi dibuka Sabtu (25/4), bukan sekadar seremonial di atas matras. Di bawah tatapan tajam para petinggi daerah, ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwa generasi emas “Bumi Sekundang Setungguan” lebih memilih keringat prestasi ketimbang candu barang haram.
Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol. Roby Karya Adi, tidak berbasa-basi dalam sambutannya. Baginya, pencak silat adalah “vaksin” sosial bagi anak muda di tengah darurat narkoba yang sudah merambah hingga ke pelosok desa.
“Narkoba sudah masuk fase mengkhawatirkan. Tidak ada wilayah yang benar-benar aman. Melalui pencak silat, kita membentuk karakter dan disiplin. Pemuda yang tangguh secara mental tidak akan mudah goyah oleh godaan gelap narkoba,” tegas jenderal bintang satu tersebut.

Senada dengan itu, Staf Ahli Bupati, Taman, SP, M.Si, yang hadir mewakili Pemkab Rejang Lebong, menekankan bahwa silat adalah warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Menang kalah itu biasa. Yang utama adalah sportivitas dan silaturahmi. Kita ingin tunjukkan bahwa pemuda kita aktif berprestasi dan punya benteng pertahanan yang kuat,” ujar Taman menyemangat para atlet.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan dentuman alat musik tradisional Dol yang dipukul serentak oleh Brigjen Pol. Roby Karya Adi (Kepala BNNP Bengkulu), AKBP Florentus Situngkir (Kapolres Rejang Lebong), Mayor Inf. Asriwuri Hendra Dewa (Kasdim 0409), Taman, M.Si (Staf Ahli Bupati), Hopalara (Ketua IPSI Bengkulu).
Suasana makin memanas saat peragaan silat ditampilkan di hadapan tamu undangan, disusul pembagian medali awal sebagai pemicu semangat. Namun, Taman juga menitipkan pesan krusial bagi mereka yang memegang peluit di pinggir matras.
“Kepada wasit dan juri, pimpinlah dengan adil dan profesional. Integritas kalian adalah cermin dari marwah pencak silat itu sendiri,” tambahnya.
Selama dua hari (25-26 April), GOR Curup akan menjadi saksi bisu lahirnya jawara-jawara baru. Namun lebih dari itu, kejuaraan ini adalah pengingat keras bagi para bandar narkoba: Di tangan para pendekar ini, tidak ada tempat untuk barang haram.
Reporter : Hendri Gunawan






