Inflasi Bengkulu April 2026 Terkendali, Sektor Pangan Masih Jadi Penyumbang Utama

Inflasi Bengkulu April 2026 Terkendali, Sektor Pangan Masih Jadi Penyumbang Utama

 

Kota Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,77 persen pada April 2026. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) berada di angka 0,48 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 0,46 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,43.

Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu, lin Inayati, dalam kegiatan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS setempat, Senin (4/5/2026).

Secara tahunan, inflasi di Bengkulu masih didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan hingga 3,21 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan signifikan masing-masing sebesar 3,38 persen dan 7,99 persen.

Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, ikan dencis, rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta tarif angkutan udara. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi y-on-y dengan andil mencapai 0,93 persen.

Di sisi lain, tekanan deflasi tercatat pada kelompok pendidikan yang mengalami penurunan indeks cukup dalam sebesar 8,31 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,50 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh tarif pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas, serta sejumlah komoditas seperti cabai merah, santan segar, bawang putih, dan tarif rumah sakit.

Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga masih dipicu oleh sektor makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,17 persen. Komoditas seperti angkutan udara, ongkos laundry, sate, minyak goreng, dan ikan dencis menjadi faktor utama pendorong.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi satu-satunya penyumbang deflasi pada periode bulanan dengan andil sebesar 0,03 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap deflasi ini antara lain daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, serta tarif angkutan antar kota dan kendaraan travel.

Rilis data ini turut dihadiri sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, serta dinas teknis terkait lainnya.

Secara umum, kondisi inflasi di Kota Bengkulu pada April 2026 masih tergolong terkendali, meskipun sektor pangan tetap menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai dalam menjaga stabilitas harga ke depan. (Rls)