oleh

Dinas P3AP2KB Benteng Kukuhkan Satgas PPA

Bengkulu Tengah, jurnalisbengkulu.com- Ferry Ramli Bupati Bengkulu Tengah, mengukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Rabu, (21/11/2018.

Usai pengukuhan Bupati langsung memberikan arahan langsung kepada petugas satgas dalam acara sosialisasi Kesepakatan terhadap perempuan dan anak.

Pengukuhan satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bengkulu Tengah, dikarenakan tingkat kekerasan Perempuan dan anak cukup tinggi di kabupaten Bengkulu Tengah untuk menetralisir hal itu maka, satgas harus dikukuhkan guna untuk mengantisipasi atau pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di tengah masyarakat.

Menurut Ferry Ramli, kekerasan terhadap anak pada tahun 2018 meningkat, beliau juga meminta satgas cepat mencari langkah guna mengatasi hal tersebut.

“Tingkat kekerasan terhadap anak di Benteng pada tahun 2018 semangkin meningkat, hendaknya Dinas P3AP2KB Bengkulu Tengah harus cepat mencari langkah untuk mencegah atau antisipasi supaya hal tersebut tidak semakin meningkat baik kekerasan terhadap perempuan maupun terhadap anak,” ujarnya.

“Pengkukuhan SATGAS PPA Kabupaten ini juga sekaligus Sosialisasi dengan para Camat dan Kades Sekabupaten BengkuluTengah dengan adanya pengukuhan ini, semoga di segerakan pembentukan satgas Desa di setiap Desa,” ungkap Ferry Ramli.

Sementara itu, Sri Haryati selaku Kepala Dinas P3AP2KB Bengkulu Tengah, membenarkan bahwa untuk mengurangi tingkat kekerasan ini maka pihaknya mengukuhkan satgas PPA Kabupaten. Dan di kemudian hari pihaknya juga akan membentuk PPA tingkat Kecamatan dan Desa, sehingga kekerasan terhadap anak mampu untuk di antisipasi dengan adanya satgas PPD Desa tersebut.

Sri Haryati berharap, kedepan pihaknya akan terus mengajak masyarakat dan lembaga untuk bersosialisasi.

“Saya berharap kedepan pihak kita akan selalu bersosialisasi dengan pihak terkait seperti PPA, untuk turun ke tengah masyarakat guna memberikan sosialisasi masalah kekerasan yang sering terjadi. Agar masyarakat bisa mengetahui pemahaman tindakan kekerasan kepada perempuan dan anak,” tutup Sri. (fzl/***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.