Dua Koli Surat Suara DPD RI Dapil Bengkulu Nyasar ke Sumsel, Bawaslu Telusuri Kejanggalan

BENGKULU520 Dilihat

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu mengungkapkan kejanggalan terkait pengiriman 2 koli surat suara calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Bengkulu yang nyasar ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Informasi ini diungkapkan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Debisi Ilhodi, setelah mendapat laporan dari Bawaslu Musi Rawas Sumsel.

Debisi menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang melakukan penelusuran terkait dugaan kesalahan pengiriman surat suara untuk DPR RI Dapil Bengkulu. Diduga, kesalahan pengiriman tersebut berasal dari pihak pengadaan.

“Sedang ditelusuri, dan saya sudah berkoordinasi dengan KPU. Dugaan kesalahan pengiriman terlihat dari paketnya karena kotak suaranya untuk Sumber, tapi surat suaranya itu DPD RI Dapil Bengkulu dan saat ini berada di KPU Kabupaten Musirawas,” ungkapnya.

Debisi menambahkan bahwa kesalahan pengiriman ini telah disampaikan ke Bawaslu RI, dan dalam waktu dekat, Bawaslu Provinsi Bengkulu dan KPU Provinsi Bengkulu akan meminta kepada Bawaslu dan KPU Sumsel untuk mengirimkan surat suara tersebut kembali ke Bengkulu. Pengiriman akan diawasi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selain itu, Debisi mengungkapkan bahwa logistik di Provinsi Bengkulu, termasuk surat suara untuk DPRD Tingkat Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan Calon Presiden, sudah tiba di gudang masing-masing kabupaten.

Menanggapi temuan Bawaslu, beberapa surat suara dilaporkan rusak, mengalami deklarasi warna, bercak noda tinta, dan robek. Namun, total surat suara yang mengalami kerusakan belum dapat dipastikan karena beberapa kabupaten masih dalam proses soltir dan pelipatan surat suara.

Debisi menegaskan bahwa pengawasan tahap soltir dan pelipatan melibatkan anggota Bawaslu serta anggota TNI/Polri. Prosedur ketat diterapkan, termasuk pemeriksaan ketat saat masuk dan keluar dari gudang logistik, larangan membawa handphone, dan petugas tidak diperkenankan memiliki kuku panjang untuk mencegah kerusakan saat pelipatan. (Saprian Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *