oleh

Indonesia Segel 1 Medali Emas Putra Recurve, Rezza Susul Riau dan Arif ke Final

Hanoi: Jurnlisbengkulu.com- Cabang olahraga (cabor) panahan hari ini menyajikan pertandingan nomor bergengsi Divisi Recurve, satu-satunya nomor yang dipertandingkan di Olimpiade. Bicara Olimpiade, Panahan Indonesia punya catatan indah karena merupakan cabor pertama yang berhasil mendulang medali sejak Indonesia mengikuti pesta multi event terbesar di dunia. Berkat tangan digin legenda panahan Indonesia Donald Pandiangan, trio Srikandi Indonesia Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, mereka mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di Olimpiade Seaoul, tahun 1988.

Pada babak eliminasi individu, Indonesia dipastikan menyegel 1 emas karena terjadi all Indonesia final pada Recurve Putra. Pada semi final, Riau Ega Agata Salsabilla (Jatim) berhasil mengalahkan pemanah Khairul Anuar Mohamad (Malaysia) dengan skore 6-2. Sementara atlit muda asal Yogyakarta Arif dwi Pangestu berhasil menaklukan perlawanan atlit tuan rumah Vietnam Van Linh Nong dengan shoot off, hingga babak ke-5 kedua atlit mencatat angka seri. Pada sesi shoot off Arif berhasil membidik angka 10 dan Van Linh di angka 7. Dengan demikian pada all Indonesia final Arif akan menantang Riau Ega, medali perunggu akan saling bertemu Khairul Anuar Mohamad (Malaysia) vs Van Linh Nong (Vietnam).

Pada nomor Individu Women, Indonesia menurunkan 2 pemanah asal Papua Rezza Octavia dan Pande Arista Putu Gina Putri yang turun di 1/8 final. Gina harus mengakui keunggulan atlit Vietnam Thi Thanh Nhi Nguyen dengan skor 1-7. Harapan Indonesia untuk mendulang emas di nomor Putri Recurve bertumpu pada Rezza setelah absenya dua atlit senior Diananda Choirunissa dan Titik Kusumawardhani.

Babak 1/4 final melawan Ya Min Thu (Myanmar) harus dilewati Rezza dengan penuh perjuangan. Sempat tertinggal 0-3, peraik medali Perak PON XX Papua bangkit dan menyamakan kedudukan, sehingga kemenangan harus ditentukan lewat shoot off 8-6 untuk Rezza. Pada babak semi final tanpa ampun menang 6-0 atas pemanah Malaysia Syaqiera Mashayikh. Pada final tanggal 19 Mei nanti, Rezza akan menantan Narisara Khunhiranchaiyo (Thailand).

“Kita apresiasi atas keberhasilan ini, memang masih ada satu langkah lagi untuk kita kawinkan emas di nomor perorangan Recurve. Penampilan atlit muda seperti Rezza dan Arif sangat kami apresiasi. Khusus bagi Rezza dengan absennya Diananda, dia bisa menunjukkan mental juara, walaupun ini pertama kali dia tampil di Sea Games. Saya juga mengapresiasi prestasi Arif, debutan Yogyakarta yang masih muda belia, harapan kita mereka bisa berkembang hingga Olimpiade nanti. Prospeknya bagus karena mereka kita harapkan bisa mendulang emas di Olimpiade nanti. Buat Ega saya piker dia sudah menjalankan perannya sebagai kakak yang baik bagi adik-adiknya untuk menunjukkan prestasi terbaik bagi dunia panahan Indonesia,” tegas Alman Hudri, Wakil Ketua Umum Bidang Binpres PB Perpani

Keberhasilan Recurve hari ini melengkapi 1 tiket final yang sudah diperoleh Compound Men Tim yang terdiri dari Prima Wisnu Wardhana, Deki Adika Hastian, Handika Pratama Putra.

Melihat hasil hingga saat ini, insya Allah target yang dibebankan kepada Perpani bisa dicapai. Indonesia masih menyisahkan 2 nomor di babak eliminasi, Recurve Men Team yang akan menurunkan Riau Ega Agata Salsabilla, Arif Dwi Pangestu, Alviyanto Bagas Prastyadi, sedangkan di nomor Mixed Team, akan tampil Riau Ega Agata Salsabilla dan Rezza Octavia.

Apresiasi atas keberhasilan atlit Recurve menembus partai final datang dari Tanah Papua. Sejumlah Pengurus Perpani Papua berkumpul di Kantor DPRD Papua mengikuti jalannya pertandingan yang diikuti ke dua atlinya.

“Kami ikutin detik demi detik perjuangan Reza, Riau dan Arif, mereka memang punya mental juara terlebih Reza dan Arif. Bayangkan Rezza memulai dengan awal yang tidak bagus, sempat tertinggal hingga akhirnya harus lolos dengan satu bidikan shoot off. Beda dengan Arif, mengawali dengan bagus, tapi diujungnya buat kita sport jantung, harus melalui adu keberuntungan melalui shoot off, luar biasa perjuangan patriot olahraga kita. Kami masyarakat Papua terus berdoa semoga medali emas nomor perorangan Recurve menjadi milik Indonesia,” tegas Dr.Juliana J.Waromi,SE,M.Si yang terus memantau setiap pertandingan dari gedgetnya (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.