Kata Merdeka Lekat dengan Takbir Dalam Sholat

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Perdebatan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) menarik perhatian Pusat Studi Buya Hamka (PSBH) Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), dengan melaksanakan diskusi virtual pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Budi Johan, pemantik diskusi menyatakan, Buya Hamka menulis buku Pancasila berjudul Akar Tunggang Pancasila, yang menjelaskan Ketuhanan adalah dasar dari sila-sila lainnya.

Pembicara Jimly Asshiddiqie menegaskan, semua sepakat dengan pancasila yang sekarang. Umat Islam juga menerima Pancasila meskipun kewajiban menjalankan syariat dihapus.

Terkait pandangan Hamka, Jimly mengatakan bahwa menurut Buya Hamka, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sila utama dan sila pokok yang menyinari sila lain. Dalam khutbahnya Hamka menyebut Pancasila ibarat angka 10.000,-

Empat nol di belakang angka tikkan bermakna tanpa angka satu di depan. Maksudnya, sila-sila dalam Pancasila takkan berarti bila tidak didasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Lalu pembicara, Manager Nasution menambahkan, bahwa menurut Buya Hamka, memahami sila kedua, tiga, empat dan lima harus dirujuk pada sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian cara membaca Pancasila menurut Buya Hamka adalah Kemanusiaan yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan, Persatuan Indonesia berdasarkan Ketuhanan.

Selanjutnya, JJ Rizal mengatakan bahwa Buya Hamka pernah menggugat penulisan sejarah nasional. Hamka mempertanyakan posisi umat Islam dalam sejarah Indonesia.

Bagi Hamka sejarah Indonesia merupakan sejarah Islam sentris. Sejarah umat Islam Indonesia merupakan bagian sejarah umat Islam dunia.

Oleh karena itu, umat Islam perlu jelas kedudukannya dalam sejarah. Karena Pancasila akan menjadi dasar negara, dimana sumbangsih umat Islam sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia, maka pemaknaan Pancasila itu harus dipulangkan pada Islam.

Terlebih kata Buya Hamka, Pancasila itu hidup dalam kata merdeka. Kata merdeka itu adalah kata yang lekat dengan Islam dan takbir dalam shalat yakni Allahu Akbar.

Karenanya, sebagian besar peserta sepakat meminta PSBH menyatakan agar RUU HIP dicabut dan dibatalkan.

Penulis: Adi HFA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here