Keresahan Sang Anak dan Ayah Saat Berakhirnya Pemilu 2019

Feature, JB– Dalam mengsukseskan pemilu 2019 kemarin, merupakan kewajiban semua warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menggunakan hak pilihnya. Namun pesta Demokrasi 17 April 2019 sungguh berbeda dari tahun- tahun sebelumnya, Banyak kalangan mengeluh dengan realitas politik saat ini.

Tentunya, setelah penulis amati, Banyak warga mengalami keresahan baik kalangan tua maupun muda, setiap harinya warga net diberikan berita-berita yang tidak benar atau Hoax.

Pasalnya, Dimana warga saat ini tidak mau ketinggalan Informasi yang mereka dapatkan baik Media Televisi, Cetak, Online dan Social Media. Boleh dikatakan hidup di Dunia Maya, namun itu semua membuat warga binggung seperti PILPRES 17 April 2019 antara Jokowi- Amin dan Prabowo- Sandi, setiap hasil survei berbeda.

“Politik seperti teater yang dipentaskan di panggung dengan struktur bangunan tak beraturan, dengan skrip yang disusun secara absurd, tidak jelas ujung pangkalnya.”Dalam kondisi sekarang ini, sejatinya, politik dalam suatu negara tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik, dan alokasi atau distribusi kepentingan”. yang digagas Jeffrie Geovanie.

Penulis jadi ingat, pesan Filsuf Plato dan Aristoteles. Filsuf yunani ini menganggap politik sebagai upaya menuju masyarakat politik yang terbaik, di dalamnya manusia bisa hidup bahagia karena memiliki peluang mengembangkan potensi dan bakat yang dimilikinya, bisa berinteraksi antar sesama warga secara akrab dan beradab, dan hidup dalam suasana moralitas yang tinggi.

Lanjut, dengan suasana dingin walaupun berbeda pilihan Penulis dengan sang Ayah tercinta, sambil nonton Berita dan ngopi ditemani sebatang rokok agar keresahan ini kami hembuskan bersama, kami pun akhirnya saling beradu argumen.

Penulis Bertanya! Menurut ayah bagaimana dengan hasil hitung cepat yang kita tonton ini? Ya, “Memang bicara tentang politik itu memang asyik tak kan pernah abisnya, di zaman Teknologi dan Informasi yang sangat maju saat ini, kita harus bijak menyikapi. karena kebenaran yang kita dapat belum tentu itu benar. Siapapun Presiden Terpilih nanti harapan saya harus tetap menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”. Terang Buyung Jailani (Ayah).

Penulis : Eko RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here