Kota Bengkulu Masuk Pilot Project Pembangunan Perkotaan Nasional Tahap II

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi menerima kunjungan Dirjen Bangda Kemendagri Suryo Putro bersama tim Courtesy Visit dan Pelingkupan Program Capital Investment Planning (CIP) di 8 Kota Pilot NUDP tahap II, Senin (13/11/23) di balai kota merah putih Kelurahan Pekan Sabtu.

Dirjen Bangda Kemendagri bersama tim CIP, diantaranya Ronal Candra dan Joel Friedman yang merupakan ahli perencanaan terpadu diterima Pj walikota didampingi Plt Sekda Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli walikota dan beberapa kepala OPD termasuk Kadis Kominfo Gita Gama.

Kedatangan tim menindaklanjuti Sosialisasi Pelaksanaan National Urban Development Project (NUDP) untuk Kota Pilot Tahap II. Project Management Unit (PMU) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri akan melaksanakan serangkaian kegiatan courtesy visit dan pelingkupan dalam rangka menginisiasi fasilitasi penerapan CIP di 8 Kota Pilot Tahap II, yakni Kota Bengkulu, Bandar Lampung, Tangerang Selatan, Bogor, Surabaya, Kota Bitung, Ambon, dan Jayapura.

Untuk diketahui, NUDP bertujuan untuk meningkatkan perencanaan dan pemrograman pembangunan kota yang terpadu serta penyusunan prioritas program investasi modal (capital investment). Pencapaian tujuan NUDP ini diukur dengan 3 indikator utama, yaitu tersusunnya strategi nasional pembangunan infrastruktur perkotaan, tersusunnya rencana dan progam pembangunan perkotaan terpadu serta keterpaduan antara kerangka perencanaan investasi dan penganggaran.

Arif Gunadi sangat menyambut baik kedatang tim CIP dan juga menyampaikan terima kasih. Apalagi, kata dia NUDP atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai Proyek Pembangunan Perkotaan Nasional ini dikembangkan oleh Pemerintah bekerja sama dengan World Bank.

“Tentu kami sangat bersyukur bahwa Kota Bengkulu termasuk kota yang menjadi pilot projectnya program ini, tentu kami sangat senang sekali. Memang kami akui Kota Bengkulu ini kan dari sisi PAD nya sangat terbatas. Tentu dana-dana dari luar sangat kami harapkan. Dengan kegiatan ini kami berharap banyak dana-dana dari bank dunia, dari APBN bisa masuk ke Kota Bengkulu karena memang dari sisi APBD kita 60 persen masih untuk membiayai belanja pegawai sehingga memang belanja modalnya masih sangat kurang,” ujar Arif.

Arif berharap ke depan melaui program ini nanti banyak dana yang bisa masuk ke pemerintah Kotta Bengkulu dan pihaknya siap bersinergi berkaitan dengan regulasi, kebijakan, dana dan lainnya. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi sehingga memang program ini nanti bisa berjalan dengan baik. Intinya kami siap membantu agar program ini bisa berjalan dengan baik,” sampai Arif.

Tim CIP, Ronal Candra menjelaskan bahwa CIP itu pembiayaan multiyears dan multi stakeholdersl. Dimana bank dunia bersama dengan bangda menggagas satu ide yang diberi nama CIP sesuai permendagri nomor 86. “Besok kita akan workshop pengenalan CIP, bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat dan bagaimana implemetasinya. Seperti apa hubungannya dengan permendagri 86,” ujar Ronal.

Dikatakan bahwa dengan penyusunan kerangka CIP, kota-kota akan mulai mengarah pada upaya prioritisasi investasi yang komprehensif dan berbasis pada area-area strategis di wilayahnya, serta diarahkan secara kebutuhan tata ruang (spasial).

CIP juga akan menjadi rencana bergulir tahun jamak untuk investasi modal. Kerangka kerja (framework) CIP yang diusulkan dapat mengefektifkan pelaksanaan rencana tata ruang ke dalam investasi modal dengan menyasar penggunaan tata ruang untuk investasi yang secara geografis memiliki nilai prioritas yang tinggi dengan pemahaman yang jelas mengenai anggaran dan didukung dengan penelusuran progress pelaksanaan setiap tahunnya.

“Bengkulu menjadi salah satu kota pilot project tahap II dari 8 yang sudah dipilih. Jadi nanti paket-paket investasi yang telah kami buat akan dilaporkan ke Badan Perencanaan Wilayah Indonesia (BPWI) untuk kemudian bisa dibiayai,” kata Ronal.

Joel Friedman yang merupakan ahli perencanana terpadu menambahkan bahwa program ini berkaitan dengan bidang pebangunan daerah untuk memperkuat proses perencanaan investasi bangimana dana investasi itu nanti bisa dipakai seefisien mungkin dan bisa juga melihat kemungkinan dana investasi selain APBD.

“Project kami tahap I sudah dilaksanakan di 5 kota, Denpasar, Solo, Semarang, Banjarmasin dan Balik Papan. Dan kini kami memulai tahap II terdiri dari 8 kabupaten kota termasuk Bengkulu,” jelasnya. (m4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *