Pemilih Cerdas Jangan Terlena Memilih Wakil Rakyat

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Pendidikan politik untuk masyarakat merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Pemerintah dan semua pihak dalam rangka menuju Pemilu 2024 yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin-pemimpin atau wakil rakyat yang sesuai dengan keinginan rakyat.

Hal itu Disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.IP, M.AP, saat memberikan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula/Generasi Z tahun 2023, di Hotel Adeva Kita Bengkulu, Selasa (24/10/24).

”Wakil rakyatkan secara esensialnya adalah orang yang mewakili kemauan rakyat, maka mesti menggambarkan maunya rakyat dengan syarat apa, syaratnya ada dalam Pancasila, itu orang yang punya hikmah dan bijaksana artinya apa orang yang punya kemampuan dan punya moralitas. Kalau saya mengistilahkan dalam istilah modern itu orang-orang yang punya kualitas dan berintegritas,” tutur Dempo.

Dan untuk mendapatkan orang yang berkualitas dan berintegritas tersebut, menurut Dempo perlu dilakukan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat secara luas. Sehingga nantinya dalam Pemilu rakyat tidak tertipu atau hanya terpesona, terlena, memilih karena melihat baliho, karena wajah maupun karena bantuan sembako, namun rakyat memilih yang bener-benar berkualitas dan berintegritas.

”Pilihlah yang punya kualitas dan punya integritas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam pendidikan politik yang dilaksankannya, Dempo menyebut sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman pemilih pemula yang jumlahnya secara demografi 60 persen lebih yang berusia 17-30 tahun. Pemilih ini menjadi calon-calon pemimpin di masa depan untuk memajukan bangsa dan negara.

”Mereka ini kedepan menjadi estafet pembangunan negeri ini, mereka mesti paham tentang Tupoksi dari Pemilu, wakil rakyat kita di DPR RI, Provinsi, kabupaten/kota, DPD dan Presiden. Karena mereka yang nanti akan menjalankan kehidupan di 5 tahun ke depan, dan 5 tahun ke depan itu kan waktu yang sangat pendek di ranah politik dan panjang diranah kehidupan. Nah rakyatkan mesti memahami itu, jangan sampai terjebak gara-gara satu hari itu berdampak lima tahun,” pungkasnya.(Saprian Utama, SH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *