Sederhana dan Mandiri Ala Santri Pondok Pesantren

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Hidup sederhana dan mandiri memang mudah diucapkan, namun sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi di era lingkungan kehidupan yang saat ini cenderung konsumtif, serba instan dan hidup dengan gaya berfoya-foya.

Bila negara Indonesia ingin cepat menyelesaikan krisis ekonomi dan sosial akibat pandemi virus corona, ada baiknya para pemimpin di Indonesia belajar hidup sederhana dan mandiri dengan para santri yang sedang belajar di Pondok Pesantren.

Sejak pagi hari sebelum waktu Shalat Subuh, para santri telah memulai aktifitasnya. Mereka menjalani aktifitas harian yang padat dan baru berakhir sampai jam sepuluh malam.

Meski selalu sibuk, para santri melakukan semua aktifitas hariannya dengan hati riang gembira dan selalu bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan.

Seluruh aktifitas harian para santri di Pondok Pesantren berjalan dalam suasana sederhana dan mandiri.

Sebagai contoh, para santri selalu menyantap menu makan pagi, siang dan malam dengan lauk sederhana seperti tempe, tahu, dan sayur-sayuran. Tentu ada kalanya diselingi lauk menu telur dan ikan.

Walau pun seringkali menyantap menu sederhana, namun Alhamdulillah para santri selalu sehat karena menikmati makanan dengan penuh syukur.

Bahkan, ada kalanya santriwati Pondok Pesantren Ja-alHaq Kota Bengkulu yang hanya meneguk air minum untuk menjalankan ibadah puasa sunnah Hari Senin dan Kamis.

Buktinya santri tersebut tetap mampu menjalankan aktifitas belajar sambil beribadah puasa. Itulah kekuasaan Allah SWT.

Para santri juga terlatih dalam hidup mandiri. Mereka mencuci pakaian sendiri, membersihkan asrama dan lingkungan Pondok Pesantren secara bergotong-royong.

Penulis: Adi HFA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here