Sukses Turunkan Stunting di Angka 6,2 Persen, Pemkot Diminta Jadi Narasumber

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Dalam acara Rakerja program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Bengkulu, Rabu (8/5/24), Pemerintah Kota Bengkulu ke depan diminta dijadikan salah satu narasumber oleh peserta. Seperti disampaikan oleh Ketua TP PKK Bengkulu Selatan Lena Gusnan.

Pada rakerja itu, ada lima narasumber yang ditunjuk menyampaikan materi terkait stunting diantaranya ketua satgas stunting Provinsi Bengkulu Yusran Fauzi, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Yuliswani, termasuk kadis kesehatan Provinsi Bengkulu. Sayangnya diantara lima narasumber itu tidak ada dari pemerintah Kota Bengkulu.

“Kita sama-sama tahu di Provinsi Bengkulu ini Kota Bengkulu berhasil menurunkan Prevalensi Stunting hingga di angka 6,2 persen. Kalau bisa untuk narasumber ke depan terkait acara seperti ini salah satu narasumbernya dari Kota Bengkulu agar bisa memberikan tips-tips nya. Saya yakin semua pemda sudah melakukan upaya maksimal dalam penurunan stunting, tetapi Kota Bengkulu dapat menurunkan stunting secara signifikan. Jadi kita mau tahu apa triknya,” ujar Lena.

Terkait hal itu, ketua satgas stunting Provinsi Bengkulu Yusran mengatakan bahwa Kota Bengkulu memang perlu diberi apresiasi sekaligus menjadi contoh bagi kabupaten lain terkait keberhasilannya menurunkan angka stunting.

“Kota Bengkulu patut kita berikan Aplus karena dapat menurunkan stunting secara signifikan dari 12,9 persen di 2022, menjadi 6,7 persen di 2023, ini luar biasa. Maka Ibu Dewi (Kadis DP3AP2KB Kota Bengkulu) agar siap-siap, next kita akan minta menjadi narasumber,” ujarnya.

Acara rakerja program bangga kencana dan dan Percepatan Penurunan Stunting dihadiri langsung oleh Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Wakil Gubernur Rosjonsyah, Bupati atau yang mewakili dari masing-masing Pemkab, Danrem 041/Gamas, Kapolda Bengkulu, Pj Sekda Kota Bengkulu Eka Rika Rino, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Kepala BPKP, seluruh Kapolresta/kapolres se-Provinsi Bengkulu, seluruh Sandim se-Provinsi Bengkulu dan seluruh ketua TP PKK se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjelang Indonesia Emas, SDM Indonesia harus SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, pencegahan stunting ini menjadi sangat penting dan harus.

“Sering presiden menyampaikan pidato bahwa kita memasuki bonus demografi. Hati-hati, karena SDM Indonesia harus berkualitas bagus. Bahwa ternyata puncaknya di 2020. Artinya beban kita sudah cukup berat setelah 2020 karena sudah banyak lansia-lansia. Setelah 2020 di Bengkulu ini betul-betul defensi rasionya meningkat karena jumlah remaja produktif semakin berkurang sedangkan populasi lansia mendominasi,” sampai Hasto.

Hasto berpesan untuk lebih menggalakkan lagi program KB. Sebab, kata dia kalau KB nya bagus, resiko stuntingnya kecil. Dia menyebut Kota Bengkulu sebagai contoh yang berhasil menurunkan angka stunting.

“Di Kota Bengkulu ada trik bagus yang digunakan melalui pemberian bantuan gizi dari BazNas. Pesan saya untuk Kota Bengkulu, masih banyak yang perlu ditingkatkan salah satunya untuk pemakaian kontrasepsi,” tambahnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu dengan PHRI, Akar Global Inisiatif dan Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.

Selanjutnya pemberian penghargaan dan apresiasi yakni kategori apresiasi lomba kampung KB tingkat Provinsi Bengkulu, apresiasi pengelola aplikasi SIGA, apresiasi klinik swasta terbaik dan apresiasi tempat praktek mandiri bidan terbaik.

Di acara itu juga dilakukan penyerahan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub bidang KB dimana untuk Kota Bengkulu menerima total Rp 6 miliar lebih dengan rincian DAK fisik sub bidang KB sebesar Rp 2,5 miliar dan DAK non fisik sub bidang KB sebesar Rp 3,8 miliar.

Terkait bantuan DAK itu, Hasto mengatakan uang tersebut bisa juga digunakan peruntukkannya untuk uang saku, uang transport atau uang pulsa tim pendamping keluarga yang terus bekerja di lapangan melakukan pemantauan, penyuluhan, sosialisasi, edukasi dan intervensi.

“Uang yang diberikan tadi salah satu peruntukannya bisa untuk ngasih uang saku tim pendamping keluarga juga. Saya juga apresiasi kepada Kota Bengkulu karena serapan DAK fisik tahun 2023 mencapai 98 persen. Kemudian realisasi BOKB tahun 2023 dengan pagu Rp 3,6 miliar serapannya 86 persen,” demikian Hasto. (MCKB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *