Menjemput Integritas di Balik Kayuhan “Jum’at Bersepeda KK”
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Di halaman kantor Diskominfo hari ini, sebuah narasi besar tentang kejujuran digulirkan secara bersahaja. Bukan lewat mimbar-mimbar formal yang kaku, melainkan melalui filosofi “Jum’at Bersepeda KK” sebuah manifesto tentang sembilan nilai dasar: jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.
Isianti Ida Laksana, dalam pemaparannya yang lugas, mengingatkan bahwa integritas seringkali diuji dalam detail terkecil. Ia menyoroti bagaimana setiap titik instalasi WiFi bukan sekadar angka teknis, melainkan perwujudan tanggung jawab atas setiap rupiah APBD yang merupakan amanah rakyat.

“Berani berkata tidak pada vendor adalah satu sisi. Sisi lainnya adalah peduli; jika spesifikasi diturunkan demi keuntungan pribadi, maka anak-anak di perdesaanlah yang kehilangan haknya untuk belajar melalui internet yang layak,” tegas Isianti.
Ia mengisahkan dilema seorang figur “Budi” sebuah metafora bagi ASN. Jika Budi memilih integritas, ia mendapatkan ketenangan tidur setiap malam. Namun, jika ia tergiur gratifikasi, dampak buruknya sistemik: jaringan internet lumpuh dan jerat hukum menanti.

Sekretaris Diskominfo, Mei Susanti Harahap, SH, MM, menyambut hangat inisiatif yang dibawa oleh Paksi RMB ini. Baginya, sosialisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pencerahan agar para aparatur dapat bekerja dalam koridor hukum yang benar.

“Melalui pencerahan ini, kita diingatkan untuk bekerja sesuai aturan agar tidak terjebak dalam pusaran korupsi,” ujar Mei Susanti.

Pemandangan menarik terlihat dari kesederhanaan acara. Tanpa sekat formalitas, para ASN duduk lesehan di halaman kantor, menikmati kudapan sederhana yang dibawa secara swadaya. Suasana cair ini justru membuat materi anti-korupsi terserap lebih tajam dan organik.

Acara ditutup dengan sesi interaktif, di mana tiga ASN berhasil mendapatkan apresiasi berupa doorprize setelah mampu membedah materi sosialisasi dengan tepat. Sebuah penutup yang manis untuk sebuah langkah besar menuju birokrasi yang bersih dan bermartabat.

Rilis ini menekankan bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari keberanian moral untuk tetap sederhana dan disiplin pada SOP, sebuah pesan yang disampaikan tanpa harus menggurui.
Reporter : Hendri Gunawan






