Aktivitas di tengah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sering kali dianggap hal biasa oleh masyarakat. Padahal, jika dilihat lebih jauh, kondisi ini bisa menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan bagi orang sekitar. Di beberapa daerah, termasuk di Bengkulu, volume sampah terus meningkat dari hari ke hari hingga membentuk seperti gunung yang semakin tinggi setiap harinya.
Penumpukan sampah dalam jumlah besar tanpa adanya pengelolaan yang optimal. Seperti sampah dari rumah warga, pasar, hingga aktivitas lainnya dikumpulkan dan dibuang ke TPA. Namun sebagian besar sampah tersebut tidak dipilih terlebih dahulu. Seperti sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga tercampur menjadi satu. Sehingga sulit untuk diolah kembali.
Dari kondisi ini bukan hanya petugas kebersihan atau orang yang bekerja di dalam TPA saja, tetapi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar TPA juga menghadapi dampaknya. Seperti bau yang tidak sedap setiap hari, lingkungan yang kotor, serta risiko kesehatan akibat pencemaran udara dan juga air.
Kondisi ini biasanya akan terasa lebih parah saat musim hujan tiba. Air hujan yang masuk ke dalam tumpukan sampah membuat sampah menjadi lembek dan tidak stabil. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu longsor sampah yang berbahaya bagi warga sekitar maupun para pekerja di TPA.
Selain itu, tumpukan sampah juga menghasilkan gas metana, yaitu gas yang mudah terbakar. Jika gas ini terkumpul dan terkena percikan api, bisa menyebabkan kebakaran. Kebakaran di area TPA biasanya sulit dipadamkan karena sumber api berasal dari dalam timbunan sampah itu sendiri.
Tidak hanya itu, cairan limbah dari sampah atau yang sering disebut lindi juga menjadi masalah serius. Cairan ini bisa meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air yang digunakan warga sehari-hari. Jika terus terjadi, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan, seperti gangguan pernapasan, penyakit kulit, hingga penyakit lainnya.
Jika dilihat lebih dalam, masalah ini terjadi karena kurangnya pengelolaan sampah yang baik serta rendahnya kesadaran masyarakat. Banyak orang masih membuang sampah tanpa memilah terlebih dahulu, sehingga jumlah sampah terus bertambah dan semakin sulit untuk ditangani.
Permasalahan utama dari kondisi ini adalah penumpukan sampah yang tidak terkendali, kurangnya kesadaran masyarakat, serta risiko bencana seperti longsor dan kebakaran. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa semakin besar dan membahayakan lingkungan maupun kehidupan manusia.
Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk mengatasi masalah ini. Dari masyarakat, bisa dimulai dengan langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan plastik. Sementara itu, pengelolaan TPA juga perlu ditingkatkan agar sampah tidak hanya ditumpuk, tetapi juga diolah dengan lebih baik.
Pada akhirnya, sampah yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi ancaman serius jika tidak ditangani dengan baik. Dari sekadar tumpukan, sampah bisa berubah menjadi bencana yang berdampak luas bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penulis: Bintang Irsyad Ariski
NPM: D1C023075
Kampus: Universitas Bengkulu






