Anggota DPRD Kota Bengkulu Minta Para Pengusaha Batu Bara Berikan Kompensasi Terhadap Masyarakat Yang Terkena Polusi

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu meminta para pengusaha batu bara untuk memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak polusi dari aktivitas truk batu bara khususnya warga di Kelurahan Teluk Sepang.

Hal tersebut dilakukan sebab, warga Kelurahan Teluk Sepang yang setiap hari terdampak kebisingan serta debu yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.

“Cukup banyak dampak ditimbulkan mulai dari debunya, kebisingan, jalan jadi rusak. Baru-baru ini diketahui warga Teluk Sepang saat mengikuti cek kesehatan ternyata kesehatan mereka terganggu akibat polusi itu,” kata salah satu Anggota DPRD Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain di Bengkulu, Senin.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membentuk regulasi terkait permasalahan tersebut dengan membuat peraturan daerah (Perda) atau peraturan wali kota (Perwal) yang mengatur pemberian kompensasi.

Teuku mengatakan di sejumlah wilayah lainnya telah menerapkan kompensasi terhadap warga yang terdampak aktivitas truk batu bara tersebut.

“Saya sudah pernah menyampaikan itu agar ada tindakan dan mendorong pemerintah dibuat regulasi nya,” ujar dia.

Selain itu, juga harus ada pembicaraan lanjutan terkait dampak debu angkutan batu bara tersebut, sehingga diminta Pemkot Bengkulu dapat berkoordinasi dengan perusahaan perusahaan yang terkait dari penambangan batu bara dan galian C agar ada kesepakatan terkait bantuan kompensasi terhadap warga yang terdampak.

“Truk batu bara dari Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara itu muaranya ada di Kota Bengkulu. Jangan sampai kita diam saja dan berdampak lingkungan yang membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” katanya.

Lanjut Teuku, dengan adanya bantuan kompensasi tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit solusi kepada masyarakat atau paling tidak sebagai pengganti biaya kesehatan atau peralatan kebersihan karena rumah-rumah yang di pinggir jalan sering tertutupi debu.

Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya akan kembali berkoordinasi ke Pemkot Bengkulu agar dapat ditindaklanjuti dan mencari solusi terbaik demi kepentingan kesehatan dan kenyamanan warga Kota Bengkulu kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *