oleh

Bea Cukai Catat Bengkulu Hanya Sekali Ekspor Cangkang Sawit Selama 2022.

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com– Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu Dadang mengaku, kegiatan ekspor cangkang sawit di Bengkulu pada 2022 ini baru dilakukan 1 kali. Padahal pada tahun sebelumnya, ekspor cangkang sawit di daerah dilakukan hingga 4 sampai 5 kali.

Hal tersebut disebabkan pasokan cangkang sawit yang berhasil dikumpulkan oleh sejumlah perusahaan pembeli cangkang sawit di daerah jumlahnya sedikit.

“Kita sudah datang ke pengusaha cangkang sawit di daerah, mereka bilang jumlah tonase cangkang sawit yang mau di ekspor sedikit, sehingga terpaksa cangkang sawit tersebut dikirim terlebih dahulu ke Sumatera Selatan sebelum di ekspor ke luar negeri,” ujar Dadang, Rabu (22/6).

Meskipun pemerintah telah menurunkan tarif bea keluar cangkang sawit pada Januari 2022 lalu, namun hal tersebut tidak serta merta meningkatkan kegiatan ekspor cangkang sawit di daerah.

Dadang menjelaskan, rata-rata perusahaan pembeli cangkang sawit di Bengkulu merupakan kantor cabang. Sementara kantor pusat perusahaan berada diluar daerah seperti Sumatera Selatan. Sehingga jika pasokan cangkang sawit yang berhasil dikumpulkan di daerah tidak banyak, maka akan ditransfer ke Kantor Pusat terlebih dahulu sebelum di ekspor ke luar negeri.

“Jadi bukan tidak ada ekspor cangkang sawit, ada, hanya saja melalui provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan,” jelasnya.

Akibat kegiatan ekspor melalui Sumatera Selatan, penerimaan negara dari Bea Keluar di Bengkulu menurun. Tercatat Bea Keluar pada 2022 ini baru mencapai Rp 1,7 miliar atau lebih rendah dibandingkan awal tahun 2021 lalu yang tercatat mencapai Rp 7 miliar.

“Sedikitnya kegiatan ekspor di Bengkulu tentu saja mempengaruhi penerimaan bea keluar di daerah,” tutupnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.