BJ Habibie Atasi Krisis Indonesia Bersumber Al Qur’an

RELIGI281 Dilihat

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Salah satu kunci kesuksesan Presiden Indonesia BJ Habibie mengatasi krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998-1999 adalah kebiasaannya membaca dan mengamalkan ilmu yang bersumber dari Al Qur’an.

BJ Habibie adalah pemimpin yang rutin menjalankan ibadah puasa Sunnah hari Senin dan Kamis, saat menjabat sebagai Presiden Indonesia, Wakil Presiden Indonesia dan Menteri.

Salah satu kekuatan dari ibadah puasa sunnah hari Senin dan Kamis adalah, Allah SWT akan mengabulkan doa umat Islam yang menjalankan ibadah tersebut.

Allah SWT juga akan memudahkan semua usaha atau pekerjaan umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa Sunnah hari Senin dan Kamis.

Kekuatan bantuan Allah SWT kepada BJ Habibie terlihat dari berbagai kebijakan yang mampu mengatasi krisis ekonomi di Indonesia.

Dengan campur tangan Allah SWT, Presiden BJ Habibie membuat keputusan yang mampu membuat pemerintah Indonesia mengatasi anjloknya nilai Rupiah terhadap Dolar Amerika, dalam waktu singkat.

Sementara itu, kekuatan dari rutin membaca Kitab Suci Al Qur’an juga terjadi dengan kebiasaan Ibu Hasri Ainun Besari, istri dari BJ Habibie.

Setiap hari, Ibu Ainun Habibie selalu meluangkan waktunya untuk membaca Al Qur’an, sehingga  menciptakan  energi positif kepada sang suami BJ Habibie saat menjadi pemimpin Indonesia.

Puncak karier Habibie terjadi pada tahun 1998, dimana saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 (menjabat sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.

Bila bangsa Indonesia ingin suskes melalui krisis pandemi virus corona, yang berdampak pada krisis ekonomi dan sosial saat ini, sudah waktunya para Pemimpin Indonesia menjadikan Al Qur’an sebagai sumber utama solusinya. Semoga.

Penulis: Adi HFA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *