Kemarau Panjang Tingkatkan Risiko Karhutla, Tim Gabungan Patroli Lereng Gunung Merbabu

 

GETASAN– Musim kemarau panjang menyebabkan kondisi vegetasi di kawasan lereng Gunung Merbabu semakin kering sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan habitat satwa, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan sumber air serta berdampak pada aktivitas dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan hutan.Kamis(17/09)

Mengantisipasi potensi tersebut, Babinsa Batur Koramil 03/Getasan Sertu Jorge Vicente bersama pegawai Seksi Taman Nasional, anggota Polsek Getasan dan unsur Kecamatan Getasan melaksanakan patroli wilayah di seputaran lereng Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM), wilayah Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Patroli dilakukan sebagai langkah deteksi dan pencegahan dini terhadap kemungkinan munculnya titik api selama musim kemarau. Tim gabungan menyusuri sejumlah kawasan di lereng TNGM dengan memantau kondisi vegetasi, semak belukar, dedaunan kering serta lokasi yang berpotensi menjadi sumber munculnya api.

Kondisi cuaca yang panas dan minimnya curah hujan membuat rumput, semak dan dedaunan lebih mudah terbakar. Apabila tidak segera ditangani, api dapat dengan cepat meluas, terutama ketika kondisi angin cukup kencang.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga meningkatkan kewaspadaan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar kawasan hutan. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan lereng Gunung Merbabu diharapkan turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Sertu Jorge Vicente mengatakan, patroli bersama tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan kawasan hutan, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kerawanan karhutla.

“Patroli ini sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujarnya.

Sinergi antara TNI, Polri, pengelola kawasan Taman Nasional dan pemerintah kecamatan diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan patroli dan pengawasan secara rutin, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera dilakukan penanganan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu yang memiliki fungsi penting bagi ekosistem, sumber air dan kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.